1. Kelas 10 Sejarah

Pengertian Akulturasi Budaya, Penyebab & Contohnya

Tahukah Kawan Literasi bahwa hampir semua budaya di suatu daerah mengalami proses pencampuran namun tetap tidak mengubah budaya aslinya? Nah percampuran ini disebut sebagai akulturasi budaya. Proses akulturasi ini memiliki proses yang sangat panjang. Buat Kawan Literasi yang penasaran dengan penjelasannya, yuk mari kita bahas. 

Pengertian Akulturasi Budaya

Masjid Menara Kudus
Masjid Menara Kudus

Dalam kajian ilmu sosiologi, tidak ada konsep bahwa sesuatu adalah abadi. Disetiap waktu, selalu terjadi perubahan sosial. Salah satu konsep dari perubahan sosial adalah akulturasi budaya yang terjadi karena interaksi antar dua budaya.

Akulturasi budaya adalah istilah yang terdapat pada bahasa Latin yakni acculturate yang berarti “tumbuh dan berkembang”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akulturasi adalah hal interaksi manusia yang mencampurkan beberapa macam kebudayaan dan bergerak menuju budaya baru. Secara umum pengertiannya adalah perpaduan dua budaya yang menghasilkan budaya baru namun tidak menghilangkan unsur-unsur budaya asli tersebut. 

Singkatnya, ia merupakan proses bagaimana dua budaya berinteraksi dan menghasilkan budaya baru, namun dengan catatan budaya asli tersebut tidak hilang. Biasanya proses ini terjadi jika suatu masyarakat harus dihadapkan dengan budaya asing, nah hal ini tentu membutuhkan proses untuk adaptasi, adopsi, hingga diterima masyarakat. 

Artikel Terkait

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on Mei 10, 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Baca Juga: Sejarah Peradaban Islam, Periode, & Penyebab Kemajuannya

Penyebab Akulturasi Budaya

Akulturasi dapat terjadi jika suatu kelompok berinteraksi dengan kebudayaan asing. Tentunya, budaya baru tidak dapat langsung diterima secara cepat dan membutuhkan penyesuaian terlebih dulu. Pengolahan penerimaan ini akan menghasilkan proses bagaimana masyarakat akan berinteraksi. 

Proses akulturasi biasanya dapat berjalan dengan cepat dan terkadang sangat lambat. Budaya baru yang masuk dan mirip dengan budaya setempat tersebut tentu akan lebih mudah diterima dibandingkan dengan budaya yang benar-benar asing dan belum pernah bersentuhan. 

Budaya yang dipaksa untuk diterima akan memakan waktu yang sangat lama untuk masyarakat. Adapun syarat terjadi akulturasi adalah:

  1. Persenyawaan yakni penerimaan budaya tanpa merasa shock
  2. Keseragaman atau mirip dengan budaya yang ada sehingga proses dapat menjadi lebih cepat. 

Faktor Terjadinya Akulturasi

Akulturasi terjadi karena dua faktor yakni internal dan eksternal. 

1. Faktor Internal

Terjadinya akulturasi karena faktor internal adalah pembentukan budaya yang dibentuk oleh masyarakatnya sendiri. Beberapa yang membuat faktor internal terjadinya adalah:

  • Terjadi pertambahan penduduk seperti karena migrasi dan kelahiran.
  • Penemuan baru yang mengubah perspektif masyarakat.
  • Terjadi revolusi dan pemberontakan.
  • Teknologi yang mampu mengubah kebiasaan masyarakat. 

2. Faktor Eksternal

Jika faktor internal dipengaruhi dari dalam masyarakat tersebut, hal ini berbanding terbalik dengan faktor eksternal. Apa saja faktor eksternal yang kemungkinan terjadi? Yuk berikut penjelasannya.

  • Salah satu penyebabnya adalah perubahan alam yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
  • Masuknya budaya asing yang melewati proses difusi, asimilasi, hingga akulturasi.</li>
  • Terjadi peperangan yang mengubah akulturasi sebuah negara. 

Proses Akulturasi Budaya

Berdasarkan proses terjadinya akulturasi budaya akan disebabkan oleh beberapa faktor, yang harus memenuhi beberapa unsur berikut.

1. Substansi

Terjadi perubahan akan menggeser budaya lama ke budaya baru. Misalnya proses komunikasi yang dahulu menggunakan surat kini mulai beralih ke email atau internet.

2. Adisi

Proses percampuran antar budaya baru akan mengarahkan masyarakat untuk lebih mudah dalam melakukan sesuatu. Misalnya dahulu menggunakan tenaga hewan adalah hal yang wajar, namun saat ini sudah digantikan dengan kendaraan umum yang terdiri dari berbagai jenis.

3. Originasi

Sebuah budaya yang masuk dan benar-benar berbeda dengan masyarakat akan menimbulkan perubahan yang signifikan dan penerimaan yang lama. Hal ini akan memengaruhi perubahan perilaku masyarakat hingga dasarnya. Misalnya ketika perubahan dari menggunakan lampu tradisional dari penggunaan sinar matahari sebagai pencahayaan kemudian menerima listrik hingga dapat menonton televisi, mendengar radio, dan masih banyak lagi. 

4. Sinkretisme

Masuknya budaya baru dapat berpengaruh ke sistem kepercayaan sekelompok masyarakat loh. Misalnya pada awalnya dominasi kepercayaan masayrakat di Indonesia adalah Hindu-Budha, namun hal ini kemudian tergeser ketika Islam masuk.

5. Dekulturasi

Suatu budaya baru yang masuk ke dalam suatu kelompok dan menggantikan budaya lama akan disebut sebagai dekulturasi. Hal ini merupakan penggambaran unsur-unsur budaya yang secara total akan hilang dan digantikan dengan kebudayaan baru.

6. Rejeksi

Proses terakhir adalah reaksi masyarakat terhadap budaya tersebut. Kegagalan proses akulturasi budaya adalah jika masyarakat menolak secara total karena belum siap melakukan perubahan sosial. Biasanya proses ini merupakan penerimaan budaya yang benar-benar asing dan menentang norma yang ada.

Baca Juga: Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang Menorehkan Sejarah

Contoh Akulturasi Budaya

Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang terbentuk akibat akulturasi. Sejak zaman kerajaan hingga masuknya agama telah membentuk akulturasi budaya. Berikut adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia. 

1. Akulturasi Budaya Hindu-Budha

Sebelum Islam mendominasi nusantara, Hindu-Budha memiliki budaya yang sangat kental. Ada berbagai macam peninggalan yang masih dapat ditemui dari masa kejayaan Hindu Budha. 

a. Seni Bangunan

Ada banyak peninggalan candi Hindu-Budha di Indonesia salah satunya yakni Candi Prambanan, Candi Plaosan, dan banyak lagi. 

b. Seni Gamelan

Seni Gamelan
Seni Gamelan

Tahukah Kawan Literasi jika gamelan merupakan bentuk akulturasi budaya? Gamelan pada dasarnya sudah ada semenjak masuknya Hindu-Budha ke Jawa, namun seiring perkembangan masuknya budaya Hindu-Budha terjadilah perkembangan dan menghasilkan akulturasi budaya.

c. Seni Rupa dan Seni Ukir

Kawan literasi yang sudah pernah berkunjung ke beberapa candi di Indonesia pasti memperhatikan bahwa banyak ukiran-ukuran pada dinding candi tersebut kan? Nah, ukiran tersebut merupakan bentuk dan cara orang dahulu mengekspresikan jiwa seni mereka. 

2. Contoh Akulturasi Budaya Islam dan Lokal

Setelah hancurnya kerajaan Hindu-Budha, kejayaan Islam dimulai. Kejayaan islam bisa kita lihat dengan adanya peristiwa ini, anatara lain:

1. Ziarah

Adat ziarah ada semenjak adanya Islam. Tujuan dari ziarah adalah bentuk penghormatan kepada saudara yang sudah meninggal. 

2. Mudik

Kita pasti tidak asing kan dengan budaya mudik setiap kali akan menjelang lebaran? Nah, mudik merupakan budaya yang dihasilkan dari proses akulturasi loh. Tujuan dari para pemudik untuk pulang ke kampung halaman adalah untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga serta orang-orang terdekat.

Nah itu tadi informasi lengkap mengenai pengertian, penyebab, faktor dan contoh akulturasi budaya. Semoga informasi artikel ini dapat membantu memperluas wawasan kamu tentang budaya ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Pengertian Akulturasi Budaya, Penyebab & Contohnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]

    Trending

    Antropologi ragawi menggunakan sudut pandang ilmunya dari aspek fisik dan biokultural manusia. Aspek-aspek tersebut juga meliputi biologi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Dalam antropologi ragawi, pertama, manusia adalah organisme biologis, kemudian terlahir sebagai makhluk sosial. Yuk, kita pelajari lebih lengkap dalam ulasan berikut ini. Apa Itu Antropologi Ragawi? Antropologi ragawi fokus untuk mempelajari manusia serta primata […]
    Di sekolah, teman-teman tentu wajib mengenal sekaligus menguasai berbagai aplikasi penunjang dalam proses pembelajaran, seperti di antaranya Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Berbagai program tersebut yang dinamakan aplikasi office atau aplikasi perkantoran. Sekarang, coba kita pelajari lebih lanjut, ya. Apa Itu Aplikasi Perkantoran? Aplikasi office atau aplikasi perkantoran adalah berbagai aplikasi yang fungsinya memudahkan pekerjaan […]
    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]