1. Kelas 10 Sejarah

Siapakah Bung Tomo? Ini Profil, Kepribadian, dan Isi Pidatonya

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, MERDEKA! Tanggal 10 November 1945 lalu, suara pemuda bernama Bung Tomo menggelegar kota Pahlawan. Mendengar teriakan itu, arek-arek Suroboyo pun tergerak hatinya. Siapakah Bung Tomo itu? Apa yang membuat pidato Bung Tomo bisa membakar semangat arek-arek Suroboyo dalam membela Indonesia?

Sahabat Stulit, konten spesial hari ini kami persembahkan untukmu.

Siapakah Bung Tomo Itu?

Di Indonesia, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pemerintah menetapkan hari tersebut untuk menghormati 15 ribu pemuda Indonesia yang gugur dalam Pertempuran Surabaya. Salah satu tokoh terpenting dalam Pertempuran Surabaya `10 November adalah Bung Tomo.

Sutomo (nama asli Bung Tomo) adalah pemuda asli Surabaya dengan tanggal lahir 3 Oktober 1920. Ia adalah sulung dari 6 bersaudara. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, sedangkan ibunya bernama Subastita.

Artikel Terkait

  • Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on April 16, 2024 at 1:24 am

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas The post Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on April 6, 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Menjadi kakak dengan 5 orang adik, jiwa pemimpin Bung Tomo telah dibentuk sejak kecil. Apalagi saat umur 12 tahun, keluarganya jatuh miskin sehingga Bung Tomo harus kerja serabutan demi membantu orangtua.

Ketika SMP, Bung Tomo mendaftar sebagai pramuka di organisasi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Berbekal kelihaiannya memimpin orang lain, ia berhasil menjadi Pandu Garuda (pangkat tertinggi pramuka nasional) di usia 17 tahun. 

Setelah lulus SMA, Bung Tomo bekerja sebagai wartawan. Selain aktif mencari dan menulis berita, ia juga aktif sebagai pemimpin berbagai organisasi pemuda dan pembicara radio.

Peran Bung Tomo dalam Memperjuangkan Indonesia

Peran Bung Tomo dalam Pertempuran Surabaya
(sumber: Dribble)

Setelah membahas latar belakang Bung Tomo, kita sekarang kita akan membahas bagaimana peran Bung Tomo dalam Pertempuran Surabaya.

Meski Hari Pahlawan diperingati di tanggal 10 November 1945, sebenarnya Pertempuran Surabaya telah dimulai pada pertengahan Oktober 1945. Sejak saat itu, Bung Tomo aktif menjadi pengobar semangat di Radio Pemberontakan. Stasiun radio ini terletak di Jalan Mawar, kota Surabaya. 

Setiap harinya, Bung Tomo berperan memberi semangat pada arek-arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, ia juga turun langsung ke medan perang bersama kawan-kawannya di Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).

Puncaknya, Pertempuran Surabaya besar-besaran pecah setelah ultimatum Inggris tidak dipatuhi. Pada pagi hari 10 November, pidato Bung Tomo paling legendaris berkumandang ke seluruh kota Surabaya. Pidato berapi-apinya berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo, membuat mereka berani mati demi membela tanah air.

Isi Pidato Bung Tomo dan Penjelasannya

Berdasarkan rekaman asli yang disimpan Arsip Nasional RI, berikut ini merupakan isi pidato Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945.

https://www.youtube/watch?v=anBXTHxSbmU

Penjelasan dari rekaman pidato Bung Tomo tersebut adalah sebagai berikut:

Pidato Bung Tomo Bagian Pertama

Bismillahirrohmanirrahim, Merdeka!

Saudara-saudara, rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

Kita semuanya telah mengetahui, bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman pada kita semua. Kita diwajibkan, untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.

Mereka telah minta, supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta, supaya kita semua datang pada mereka itu, dengan membawa bendera merah putih, tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

Penjelasan isi pidato Bung Tomo bagian pertama:

Di awal orasinya ini, Bung Tomo menyebutkan tentang pamflet tentara Inggris. Pamflet-pamflet yang disebarkan melalui helikopter tersebut adalah ultimatum agar rakyat Indonesia mau menyerahkan diri. Jika ultimatum tersebut tidak dipatuhi pada jam 6 pagi 10 November 1945, maka Inggris akan mengerahkan seluruh pasukan untuk menghancurkan Surabaya.

Pidato Bung Tomo Bagian Kedua

Saudara-saudara,

Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan, bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, 

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing, dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik dari mereka itu, saudara-saudara, dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran.

Tetapi pada masa itu, mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat, maka beginilah keadaannya. 

Penjelasan isi pidato Bung Tomo bagian kedua:

Di bagian kedua ini, Bung Tomo mengingatkan para pemuda di Surabaya kalau sebelum merdeka, rakyat Indonesia sudah memenangkan berbagai pertempuran melawan penjajah. Ini merupakan suntikan motivasi agar pemuda di Surabaya percaya diri bahwa mereka bisa membuat Inggris terjepit, sama seperti pada perang-perang sebelumnya.

Pidato Bung Tomo Bagian Ketiga

Saudara-saudara,

Kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini, akan menerima tantangan tentara Inggris itu. Dan kalau pimpinan tentara Inggris di Surabaya, ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini tentara Inggris!

Ini jawaban kita! Ini jawaban rakyat Surabaya! Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian!

Hey tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu! Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu! Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu!

Tuntutan itu, walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita, untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada, tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia, masih mempunyai darah merah, yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih. Maka selama itu, tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.

Penjelasan isi pidato Bung Tomo bagian ketiga:

Di bagian ini, Bung Tomo menyeru pemuda Surabaya untuk menerima tantangan perang Inggris. Ia menyampaikan bahwa selama rakyat Indonesia masih punya nyawa untuk dikorbankan, mereka tidak akan menyerah menghadapi penjajah manapun.

Pidato Bung Tomo Bagian Keempat

Saudara-saudara rakyat Surabaya,

Siaplah, keadaan genting! Tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan, bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap, MERDEKA ATAU MATI.

Dan kita yakin saudara-saudara, pada akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita. Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Merdeka!

Penjelasan isi pidato Bung Tomo bagian keempat:

Di bagian terakhir pidato, Bung Tomo meminta rakyat Indonesia di Surabaya bersiap perang. Tapi, beliau berpesan agar mereka tidak menyerang dulu sebelum diserang (karena siapa yang menyerang duluan, maka dia yang salah). Bung Tomo juga mengajak semua rakyat di Surabaya tawakal kepada Tuhan, karena Tuhan selalu menolong hamba-Nya yang benar.

Kepribadian Bung Tomo yang Perlu Kita Teladani

Ilustrasi Bung Tomo dalam The Battle of Surabaya The Movie
Ilustrasi Bung Tomo dalam film (sumber: Battle of Surabaya The Movie)

Pidato Bung Tomo yang telah diucapkannya dengan sepenuh hati bukan hanya menyemangati rakyat Surabaya saja. Bahkan rekaman orasi tersebut menyebar ke seluruh Indonesia, dan menjadi penyemangat bagi daerah-daerah lain yang didatangi lagi oleh Inggris pasca kemerdekaan.

Selain kemampuan public speaking yang luar biasa, kekuatan pidato Bung Tomo tak lepas dari beberapa kepribadiannya, yaitu:

1. Selalu Mengingat Tuhan dalam Kondisi Apapun

Kepribadian Bung Tomo pertama yang paling mulia adalah selalu bertaqwa ke Tuhan apapun kondisinya. Sebagai makhluk ciptaan yang lemah, manusia perlu menyandarkan diri dan memohon kekuatan pada Yang Maha Kuasa. Hanya dengan pertolongan Tuhan saja, manusia bisa mencapai kemenangan.

2. Berjiwa Pemimpin dan Berani

Salah satu bunyi ultimatum Inggris adalah para pemimpin rakyat dan radio diminta menyerahkan diri. Akan tetapi, Bung Tomo tidak mengindahkan ancaman tersebut dan malah memberikan semangat pada arek-arek Suroboyo untuk berani melawan. Melalui pidatonya, Bung Tomo berhasil membuat arek-arek Suroboyo rela berkorban demi mempertahankan Indonesia.

3. Punya Tekad Kuat dan Percaya Diri

Pada Pertempuran 10 November 1945, Inggris punya sedikitnya 60 ribu pasukan darat, laut, dan udara yang siap menggempur Surabaya. Selain itu, mereka juga punya senjata jauh lebih lengkap dan canggih daripada Indonesia. Tapi Bung Tomo menanamkan kepercayaan kalau Arek-Arek Suroboyo akan bisa mengusir Inggris dari Indonesia.

4. Tidak Membeda-Bedakan Suku

Kepribadian Bung Tomo yang patut kita teladani berikutnya adalah tidak membeda-bedakan suku. Meski berasal dari suku Jawa, Bung Tomo menghormati pemuda dari suku-suku lainnya dan mengajak mereka bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

5. Bersikap Ksatria (Tidak Menyerang Sebelum Diserang)

Kepribadian Bung Tomo terakhir yang paling mulia adalah sikap ksatria. Meski Indonesia telah ditindas bertahun-tahun, Bung Tomo meminta arek-arek Suroboyo untuk tidak menyerang lebih dulu sebelum diserang. Bung Tomo ingin rakyat Indonesia di Surabaya bersikap sebagai bangsa yang damai dan bukan pembalas dendam.

Peristiwa Perobekan Bendera Pertempuran Surabaya
Peristiwa Perobekan Bendera Pertempuran Surabaya (sumber: Edi Wahyono on Detik X)

Demikian pembahasan dari Stulit tentang siapakah Bung Tomo itu, sejarah perjuangan, tanggal lahir, hingga pidato Bung Tomo yang menggelegar dunia. Sebagai penerus bangsa, kita wajib mengenang jasa para pahlawan dan sebisa mungkin meneladani kepribadian mereka, demi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Merdeka!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Siapakah Bung Tomo? Ini Profil, Kepribadian, dan Isi Pidatonya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Awal mula munculnya bank sentral adalah pembangunan sebuah firma pada tahun 1690, saat itu kerajaan Inggris ingin membangun infrastruktur yang kuat untuk armada laut. Nah, tapi nyatanya tidak semudah itu lho guys. Pemerintahan Inggris tidak mempunyai pendanaan yang memadai untuk membangunnya. Selanjutnya, muncullah gagasan William Paterson yang kemudian direalisasikan oleh Charles Montagu yaitu membentuk sebuah […]
    Halo, kawan literasi! Kalian setiap bepergian setidaknya menggunakan fasilitas umum seperti jalan raya, bukan? Nah, fasilitas umum yang kalian lewati setiap hari itu adalah salah satu hasil infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah. Tentunya untuk  membuatnya memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Nah, ngomong-ngomong tentang anggaran, pasti tidak jauh dengan APBN APBD.  Hmm, kira-kira anggaran negara tersebut […]

    Trending

    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]
    Salah satu perangkat elektronik yang dibutuhkan oleh para pelajar maupun pekerja adalah komputer. Komputer hadir mempermudah kehidupan manusia. Bahkan jenis-jenis komputer ini menjadi kebutuhan esensial bagi mereka yang berhubungan dengan sistem komputasi. Berdasarkan buku Arsitektur Komputer (2017), perkembangan komputer dari zaman ke zaman telah mengalami perubahan signifikan. Dengan adanya perangkat ini, dapat mengubah kemampuan manusia […]
    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]