1. Pengetahuan Umum

Cara Membuat Kliping Mudah dalam 5 Langkah

Kamu yang tengah duduk di bangku sekolah, pasti pernah mendapatkan tugas dari gurumu untuk membuat kliping. Meski sudah sangat familiar, tapi apakah teman-teman sudah paham sebenarnya dengan istilah tersebut? Seperti apa contoh kliping yang benar? Dan bagaimana cara membuat kliping yang unik?

Pengertian Kliping

Kliping adalah kegiatan mengumpulkan dan menampilkan informasi dengan cara menggunting bagian atau informasi tertentu pada buku, koran, majalah, novel, poster, selebaran, dan media cetak lainnya untuk ditempelkan kembali pada selebaran kertas yang nantinya disatukan menjadi susunan topik tertentu.

Buat kamu yang belum pernah mendapat tugas ini, bisa jadi kamu akan menemui kesulitan dalam proses pembuatannya.

Kamu mungkin berpikir membuat prosesnya itu rumit, memakan waktu, dan memerlukan keterampilan khusus.

Artikel Terkait

  • Keindahan Tata Busana Tari Pendet, Banyak Maknanya!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on Mei 23, 2024 at 12:14 am

    Tari Pendet memang sudah identik dengan Bali dan sudah menjadi salah satu ciri khas. Tapi, pernah tidak kamu penasaran apa nama busana dari para penari Tari Pendet tersebut? Sini, Museum Nusantara akan membahasnya satu per satu dan lengkap melalui artikel ini! Jenis-Jenis Tari Pendet Ada 2 jenis Tari Pendet, yakni: Tari Pendet Penyambutan Biasanya sebagai The post Keindahan Tata Busana Tari Pendet, Banyak Maknanya! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on Mei 10, 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Akan tetapi kamu tak perlu khawatir. Kali ini Studioliterasi akan membimbingmu dalam tutorial cara membuat kliping yang benar dan mudah. Berikut langkah-langkah membuatnya:

Cara Membuat Kliping

Berikut merupakan 5 langkah cara membuat kliping mudah dalam berbagai tema, mulai dari tema bencana alam, olahraga, rumah adat, dan lain-lain.

1. Menentukan Tema

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tema dari kliping yang akan kamu buat. Biasanya gurumu akan memberitahu di awal mengenai tema apa yang harus kamu cari.

Ingat, kliping adalah kumpulan informasi dengan topik yang sama, ya! Jadi, sebelum kamu memilah-milah gambar dan mengguntingnya, pertama-tama tentukan dulu tema atau topik yang hendak diangkat.

Sebagai contoh, kamu bisa gunakan beberapa tema atau topik berikut:
– 10 Museum di Jakarta
– 10 Novel Tentang Kisah Remaja
– Wisata Candi di Yogyakarta.

Contoh Kliping - Cara Membuat Kliping
Contoh kliping, Foto oleh Sahabat Nesia Id

2. Mengumpulkan Informasi & Mengguntingnya

Setelah menentukan tema, langkah berikutnya yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan informasi dari media cetak seperti buku, koran, majalah, novel, poster, selebaran, dan media cetak lainnya.

Kemudian guntinglah menjadi kepingan-kepingan informasi. Ingat, informasi dengan topik serupa, ya!

Cara Membuat Kliping
Cara membuat kliping, Foto oleh Baabun Com

3. Menyiapkan Alat & Bahan

Topik? sudah. Menggunting? sudah. Kini saatnya kamu mengumpulkan alat dan bahan untuk menyatukan informasi tersebut menjadi sebuah kliping yang menarik!

Apa saja sih alat dan bahan yang diperlukan? Cek dibawah ini ya!

-Gunting
-Kertas HVS/Karton/Concorde
-Lem Kertas
-Alat Tulis: Spidol/Pulpen Berwarna
-Kertas Warna
-Krayon/Pensil Warna

4. Mulai Membuat Kliping

Setelah semua alat dan bahan terkumpul, mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa alat dan bahan yang disiapkan lebih banyak dari yang biasanya digunakan?

Jawabannya adalah karena kita akan membuat kliping yang menarik! Studio Literasi akan menjelaskan satu persatu sambil memberikan tips bagaimana alat dan bahan tersebut dapat digunakan agar karyamu semakin menarik, simak poin-poin berikut ini ya!

  • Gunting

Kalau kita ingin membuat sesuatu yang menarik, tentunya harus ada usaha ekstra di dalamnya. Kamu dapat menggunting informasi/gambar kliping menjadi kepingan yang berbentuk bulat, awan, daun, kupu-kupu, love, persegi panjang, oval, dan beragam bentuk lainnya yang tidak hanya kotak saja.

  • Kertas HVS/Karton/Concorde

Kertas yang bisa digunakan tidak hanya HVS saja loh! Kamu bisa mencoba membuat kliping dengan menggunakan kertas karton berwarna atau concorde berwarna yang teksturnya cenderung lebih tebal.

Salah satu dampak positifnya, gambar atau kepingan informasi yang direkatkan pada kertas tersebut jadi lebih timbul. Menyenangkan, bukan?

Baca Juga: Cara Menggunakan Google Translate

  • Lem kertas

Pilihlah lem kertas yang kuat namun tidak bersifat terlalu basah dan lengket. Lem dengan tekstur demikian biasanya akan menyebabkan kertas yang direkatkan pada kepingan gambar menjadi basah dan bergelombang.

Selain itu kertas juga akan menjadi kotor dan lengket karena lem yang tidak sengaja tersentuh pada kertas.

  • Alat Tulis: Spidol/Pulpen Berwarna

Alat tulis dapat digunakan untuk memberikan judul pada tiap halaman,
#tips: tulisan tangan bersambung dapat kamu coba menjadi salah satu ide mempercantik susunan kliping!

Spidol/Pulpen yang berwarna bisa kamu pakai agar kertas tidak monoton dengan warna tulisan yang cenderung hitam seperti pada tulisan di buku pada umumnya.

#tips berikutnya, gunakanlah alat tulis yang memiliki diameter sedikit lebih besar dan dengan tinta yang lebih pekat, sehingga tulisan pada judul di tiap lembaran klipingmu akan lebih menyala.

  • Kertas Warna

Kertas warna dapat kamu gunakan untuk membuat kepingan informasi yang ditempel lebih inovatif.

Misalnya kamu dapat menempelkan terlebih dahulu kepingan informasi pada kertas warna (dengan model potongan yang sama) baru merekatkannya pada kertas yang menjadi halaman kliping.

Baca Juga: Cara Membuat Surat Pengunduran Diri yang Benar

Selain gambarnya yang akan terlihat lebih real, ide lapisan kertas warna sebelum lembar halaman ini akan membuat informasi menjadi lebih menyita perhatian loh!

#tips: namun hal ini sebaiknya tidak dilakukan pada seluruh kepingan gambar/informasi ya, menghindari efek monoton yang mungkin malah akan tercipta. Pilih beberapa dan usahakan hanya ada maksimal 2 pada setiap halamannya, ya!

  • Krayon/Pensil Warna

Terakhir, krayon/pensil warna dapat kamu gunakan untuk berkreasi membuat hiasan dengan karya tanganmu sendiri.

Kamu bisa membuat garis, membuat kotak, mewarnai salah satu sisi, atau membuat ornamen lainnya pada lembar halaman dengan menggunakan krayon/pensil warna.

Struktur kliping tentunya akan semakin berwarna dan menyenangkan untuk dilihat. Namun, tetap perhatikan unsur pewarnaan yang digunakan ya, sebisa mungkin samakan tone warna yang digunakan pada satu lembar halaman klipingmu dan jangan terlalu ramai ornamen.

Peralatan yang dibutuhkan dalam membuat kliping
Struktur kliping, Foto oleh Liputan 6 Com

Sudah mulai terbayang akan semanis apa tampilan tugas kliping milikmu nanti? Wah, jika ini tugas sekolah, pastinya kamu akan mendapatkan nilai yang tinggi 😉

5. Membuat Cover kliping

Terakhir, namun yang akan menjadi paling pertama menyita perhatian pembaca, Cover (sampul)!

Setelah kamu membuat gambar yang menarik, sekarang saatnya membuat cover atau sampul. Cover yang unik dan menarik akan lebih mudah memancing pembaca agar mereka mau membuka isinya.

Berikut beberapa #tips membuat cover kliping yang menarik versi Studio Literasi.

-sesuaikan cover dengan topik
-buat cover agar tidak terlalu padat informasi
-gunakan satu gambar yang cukup besar, letakkan di tengah halaman, dan biarkan gambar tersebut menjadi icon mewakili topik klipingmu. Pilih gambar yang paling menarik ya!
-perhatikan tone warna cover
-sematkan judul yang menarik mewakili topik yang diangkat dan ukirlah dengan tulisan tangan yang indah!

Contoh Cover Kliping
Cover kliping

Contoh Kliping

Selepas mengetahui cara membuatnya, lalu bagaimana contoh Kliping yang benar? Berikut ini Studio Literasi akan menyajikan 2 contoh bertema bencana alam dan rumah adat.

Contoh Kliping Bencana Alam

tsunami aceh
Tsunami Aceh, Foto oleh Inspira Data Com

Tsunami Aceh merupakan sebuah tragedi yang tidak akan pernah dilupakan bangsa Indonesia. Tepat pada tanggal 26 Desember 2004, gempa dahsyat dan gelombang tsunami besar menghancurkan Aceh yang juga dikenal sebagai Serambi Mekkah Indonesia ini.

Baca Juga: Contoh Surat Pribadi Untuk Kakak, Sahabat, Guru

Gempa yang kala itu bermagnitudo 8.5 membawa gelombang tsunami setinggi 35 meter dan secara sekejap menghancurkan tidak hanya bangunan rumah tingkat satu tapi juga gedung-gedung tinggi. Selain itu, bencana ini telah merenggut nyawa ratusan ribu jiwa, dan lebih dari 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dan sanak saudara mereka.

Gempa yang terjadi pada tanggal 26 Desember ini merupakan gempa terbesar dan mematikan yang terjadi di abad modern. Gempa ini terjadi akibat interaksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Dampak dari bencana alam terbesar di awal tahun 2000 ini tidak hanya berbentuk luka luar, namun juga luka yang membekas di setiap memori dan hati para korbannya. Banyak dari korban Tsunami Aceh ini mengalami shock dan trauma yang membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya. Pemerintah Indonesia pun turun tangan untuk mengadakan program rehabilitasi bagi para korban Tsunami Aceh.

Contoh Kliping Rumah Adat

Rumah Joglo
Rumah Joglo, Foto oleh Medium Com

Rumah Joglo adalah rumah tradisional masyarakat Jawa yang terdiri dari 4 tiang utama. Rumah tradisional Jawa ini terbagi menjadi dua bagian, yakni rumah induk dan rumah tambahan

Rumah Joglo ini memiliki banyak keunikan dan masih banyak dijumpai hingga saat ini, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Arsitektur rumah khas Jawa ini memiliki filosofi yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Terdapat 7 jenis rumah joglo yaitu Joglo Sinom, Jompongan, Pangrawit, Mangkurat, Hageng, Lawakan, dan Semar Tinandhu. Rumah Joglo ini memiliki ciri khas yaitu terasnya yang sangat luas, jendelanya banyak dan berukuran besar, serta letak pintu utama yang berada di tengah bangunan. Selain itu, rumah ini juga memiliki pagar khas yang disebut Pager Mangkok.

Karena biaya pembuatan rumah Joglo yang terbilang mahal, secara tidak langsung rumah khas Jawa ini menggambarkan status sosial pemiliknya. Hal ini dikarenakan dalam pembangunannya, material yang digunakan harus bahan-bahan yang terbaik.

Setiap ruangan di Rumah Joglo memiliki fungsinya masing-masing. Pertama, Pendapa yang merupakan bangunan luas terletak persis di depan rumah berfungsi sebagai tempat untuk menyelenggarakan kegitatan formal. Kedua, Pringitan yang terletak diantara pendapa dan rumah utama berfungsi sama dengan pendapa namun juga merupakan jalur masuk ke rumah njero.

Ketiga, Emperan yang menjadi ruang perantara antara rumah utama dan pringitan berfungsi sebagai ruangan untuk menerima tamu atau melakukan kegiatan santai lainnya. Keempat yaitu Omah Njero atau Rumah Utama yang berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga.

Kelima, Sethong Kiwa (kiri) yang biasanya berfungsi sebagai gudang, tempat penyimpanan makanan, atau kamar tidur. Selanjutnya, Senthong Tengah yang berfungsi untuk menyimpan benda pusaka milik keluarga. Kemudian ada Senthong Tengen (kanan) yang pembagian fungsinya juga sama dengan Senthong Kiwa. Terakhir yaitu Gandhok yang berfungsi sebagai pelengkap atau tambahan yang tidak terakomodasi oleh rumah utama.

Itulah uraian lengkap tentang contoh kliping dan cara membuatnya.
Cukup mudah, bukan, langkah yang harus dilakukan untuk membuat sebuah klipping yang menarik? Semoga cara langkah-langkah dan tips diatas dapat membantu kamu ya! Jangan takut mengeksplorasi lebih banyak ide kreatif dan inovatif pada tiap lembaran klipingmu. Selamat mencoba!

Reaksi orang terhadap cerita ini.

Komentar untuk: Cara Membuat Kliping Mudah dalam 5 Langkah
  • Agustus 3, 2021

    Nice

    Balas

Tulis respon

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERBARU

Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]

Trending

Antropologi ragawi menggunakan sudut pandang ilmunya dari aspek fisik dan biokultural manusia. Aspek-aspek tersebut juga meliputi biologi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Dalam antropologi ragawi, pertama, manusia adalah organisme biologis, kemudian terlahir sebagai makhluk sosial. Yuk, kita pelajari lebih lengkap dalam ulasan berikut ini. Apa Itu Antropologi Ragawi? Antropologi ragawi fokus untuk mempelajari manusia serta primata […]
Di sekolah, teman-teman tentu wajib mengenal sekaligus menguasai berbagai aplikasi penunjang dalam proses pembelajaran, seperti di antaranya Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Berbagai program tersebut yang dinamakan aplikasi office atau aplikasi perkantoran. Sekarang, coba kita pelajari lebih lanjut, ya. Apa Itu Aplikasi Perkantoran? Aplikasi office atau aplikasi perkantoran adalah berbagai aplikasi yang fungsinya memudahkan pekerjaan […]
Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]