1. kelas 11 Sejarah

Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok, Kronologi, & Tokoh

Terjadinya peristiwa penculikan Soekarno-Hatta oleh para golongan pemuda disebut peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa inilah yang juga turut berperan besar dalam terwujudnya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dibalik peristiwa Rengasdengklok, ada dua golongan pejuang kemerdekaan yang memiliki sudut pandang berbeda dalam proses proklamasi kemerdekaan yang menyebabkan penculikan ini terjadi. 

Sebenarnya, siapa itu golongan muda dan golongan tua? Apa peran kedua golongan ini dalam peristiwa Rengasdengklok? Pada artikel ini, Studio Literasi akan menyajikan informasi seputar peristiwa Rengasdengklok yang ringkas, padat, dan mudah dipahami. Bagi Kawan Literasi yang penasaran, yuk kita bahas secara rinci. 

Sejarah Singkat Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok terjadi tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945. Peristiwa penculikan ini melibatkan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dengan ‘golongan muda’, tepatnya Aidit, Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh. Penculikan yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB ini disebabkan karena perbedaan pendapat dalam pelaksanaan proklamasi Republik Indonesia. 

Kabar Jepang menyerah dan kalah dari sekutu terdengar di kalangan golongan para pemuda. Kekalahan Jepang inilah yang menyebabkan Indonesia berada dalam kondisi kekosongan kekuasaan terhitung mulai tanggal 9 Agustus setelah terjadinya peristiwa pengeboman wilayah Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. 

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Meski sebelumnya Jepang telah berjanji lewat Marsekal Terauchi bahwa akan memerdekakan Indonesia mulai tanggal 24 Agustus kepada Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, hal ini tidak disetujui oleh golongan muda karena dianggap sebagai akal-akalan dan tipu muslihat dari Jepang agar Indonesia tak kunjung merdeka.

Ambisi yang terlampau kuat dan kondisi dari golongan tua yang mengindahkan pernyataan dari pihak Jepang membuat golongan pemuda tak ingin tidak diam. Setelah beberapa pertimbangan, diputuskan bahwa peristiwa penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, Karawang harus dilaksanakan.

Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, golongan pemuda akhirnya berhasil mendesak golongan tua untuk menyegerakan proklamasi kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Naskahnya proklamasi diketik oleh salah seorang golongan muda, yaitu Sayuti Melik.

Golongan Muda vs. Golongan Tua

Golongan muda dan golongan tua sejatinya memiliki visi alias tujuan yang sama, yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan merdeka tanpa jajahan. Perbedaannya hanyalah pada usia kedua golongan yang berbeda. Golongan tua berisi pejuang kemerdekaan senior yang telah berkecimpung dalam proses perjuangan kemerdekaan dalam kurun waktu yang lama. Dalam peristiwa Rengasdengklok, golongan tua yang berperan adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo. Sementara golongan muda beranggotakan para pemuda dan pelajar yang memiliki semangat juang menggebu-gebu demi Indonesia merdeka. 

Golongan pemuda ini memiliki beberapa tempat berkumpul untuk melaksanakan perundingan, beberapa diantaranya adalah Prapatan 10 yang sebenarnya adalah asrama Ika Daikagu (sekarang fak. Kedokteran Universitas Indonesia) dan Asrama Baperpi yang berlokasi di Cikini.

Tokoh Golongan Muda

Karena perannya yang tak terlepas dari Peristiwa Rengasdengklok, inilah deretan tokoh golongan muda yang wajib diketahui.

1. Chairul Saleh

Chairul Saleh

Chairul Saleh Datuk Paduko Rajo adalah salah satu pejuang dari golongan pemuda yang tergabung dalam gerakan pemuda di Asrama Menteng 31. Chaerul Saleh menjadi pemimpin diskusi para pemuda dengan Tan Malaka pada 15 Agustus 1945, tepat sehari sebelum peristiwa Rengasdengklok terjadi. Chairul Saleh juga yang mendesak presiden Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

2. Adam Malik

Tokoh golongan muda
Adam Malik (Sumber: Kemdikbud)

H. Adam Malik Batubara yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan wakil presiden ketiga Republik Indonesia juga turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada masa mudanya. Sebelum menjadi politikus, Adam Malik merupakan seorang jurnalis dan aktivis muda yang membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok.

3. Sukarni

Tokoh golongan muda
Sukarni (Sumber: Kemdikbud)

Anggota Asrama Menteng 31 yang juga terlibat sebagai golongan pemuda pada peristiwa Rengasdengklok adalah Sukarni Kartodiwirjo. 

Saat terjadinya peristiwa Rengasdengklok, dilakukan rapat persiapan proklamasi kemerdekaan di kediaman

Laksamana Muda Tadashi Maeda. Saat proses pembuatan naskah proklamasi, Sukarni-lah yang menyarankan agar naskah proklamasi kemerdekaan hanya ditandatangani oleh Soekarno-Hatta, tetapi atas nama bangsa Indonesia.

4. Wikana

tokoh golongan muda
Wikana (Sumber: SNI Jilid VI)

Wikana adalah salah satu pejuang kemerdekaan yang diduga meninggal dalam peristiwa pasca G30S PKI pada tahun 1965-1966. Disamping itu, perannya dalam peristiwa Rengasdengklok cukup krusial.  Bersama beberapa anggota golongan muda lainnya, Wikana mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan.

5. Sutan Sjahrir

tokoh golongan muda
Wikana (Sumber: Kemdikbud)

Selain sebagai perdana menteri pertama Indonesia, Sutan Sjahrir juga turut andil dalam proses terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Ia yang pertama kali mendengar kabar kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik dan menyampaikannya kepada rekan sesama golongan muda, yaitu Chairul Saleh.

Hal yang Dapat Diteladani dari Golongan Muda

Inilah nilai-nilai yang dapat diteladani dari perjuangan para tokoh golongan muda. 

1. Semangat juang yang tinggi

2. Kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi

3. Musyawarah dan diskusi untuk menyelesaikan masalah

4. Nasionalisme yang tinggi

5. Sikap pantang menyerah dan resilien

Itulah informasi seputar Rengasdengklok, golongan muda, dan golongan tua beserta nilai-nilai yang dapat Kawan Literasi pelajari. Sebagai pelajar yang baik, hendaknya kita dapat menghargai perjuangan para pahlawan dengan terus mengembangkan diri dan berprestasi di bidang yang ditekuni.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok, Kronologi, & Tokoh

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]