1. Uncategorized

Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang Menorehkan Sejarah

Kerajaan hindu budha di Indonesia pernah mengalami kejayaan sebelum Indonesia merdeka. Di sisi lain, keberadaan kerajaan Hindu-Budha telah memberikan dampak yang besar pada kehidupan masyarakat saat itu, mulai dari kebudayaan, ekonomi, dan sebagainya. Bersamaan dengannya, agama Hindu-Budha di nusantara (saat ini Indonesia) telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. 

Sementara itu, masuknya dan menyebarnya agama Hindu di Nusantara terjadi pada abad-1. Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada abad ke-4 berdirilah kerajaan Kutai Martapura di Kalimantan Timur. Kerajaan tersebut menjadi kerajaan Hindu tertua di Nusantara. Selanjutnya, kerajaan lainnya mulai bermunculan di seluruh pelosok Nusantara. 

Nah, apa saja kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang menjadi bukti penjelasan sejarah? Yuk, simak napak tilas kerajaan-kerajaan terdahulu yang sangat bersejarah di bawah ini!

  1. Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu merupakan kerajaan pertama di Indonesia yang membawa perkembangan dalam bidang seni. Berikut kami rangkum kerajaan  hindu budha yang tersohor dengan kekuasaannya, antara lain

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Kerajaan Kutai Martapura

Raja Kudungga, Pendiri Kerajaan Kutai Martapura
Raja Kudungga, Pendiri Kerajaan Kutai Martapura

Kerajaan Hindu Budha di Indonesia pertama tepatnya berada di Kutai, Kalimantan Timur. Melansir gramedia.com, kerajaan ini bernama Kutai Martapura. Berdiri sekitar abad ke-4 M, membuatnya menjadi kerajaan tertua di Indonesia. Selanjutnya,pendiri kerajaan ini bernama Kudungga dan terkenal sebagai bapak kerajaan. 

Kudungga cukup andil dalam pembangunan kerajaan guna kesejahteraan masyarakatnya kala itu, sehingga kerajaannya menjadi makmur dan sejahtera. Berbicara mengenai tahta Kerajaan Kutai Martapura, raja pertamanya bernama Aswawarman, yakni putra dari Kudungga. Setelah menjabat sebagai raja bertahun-tahun. Tahta kerajaan selanjutnya dipegang oleh anak Aswawarman bernama Mulawarman. 

Mulawarman berhasil membawa kejayaan Kutai Martapura,  hingga bisa berderma 20.000 ekor sapi untuk kaum hindu brahmana.  Napak tilas kerajaan ini dapat diketahui secara pasti karena adanya penemuan Prasasti Yupa atau monumen batu bertulis pada tahun  1879 dan 1940. 

Yupa merupakan pilar batu yang memberikan informasi mengenai kehidupan dan kebudayaan dari kerajaan Kutai Martapura pada masa itu. Seperti yang kalian tahu, Yupa menceritakan kejayaan dan kemakmuran pemerintahan dan masyarakat kerajaan Hindu pada masa itu. Kini, tujuh batu Yupa yang terukir tersebut sudah dimuseumkan di Museum Nasional. 

Selain itu, peninggalan sejarah kerajaan Hindu Budha di Indonesia ini berupa kitab klasik “Surat Salasilah Raja” menjadi saksi bisu sejarah kehidupan Kerajaan Kutai Kertanegara. Adapun, peninggalan berupa artefak arkeologi lainnya seperti benda-benda kuno, arca, dan benda-benda lainnya juga turut memperkuat keberadaan kerajaan hindu pertama ini. 

Baca Juga: Kerajaan Majapahit: Awal Mula, Masa Jaya hingga Keruntuhan

Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun

Kerajaan hindu budha di Indonesia selanjutnya adalah kerajaan tarumanegara. Pendiri kerjaan ini bernama Maharesi Jayasingawarman pada abad ke-4. Beliau merupakan tokoh tersohor kala itu yang berasal dari India. Awal mulanya, Maharesi Jayasingawarman datang ke nusantara karena adanya kekacauan akibat penjajahan oleh pasukan dari Kerajaaan Magada. 

Setelah itu, beliau mulailah membangun sebuah kerajaan di tepi Sungai Citarum Jawa Barat. Seperti yang kalian tahu, pada masa pemerintahan Raja Purnawarman yang berkuasa, beliau berhasil memperluas daerah kekuasaannya hingga 48 daerah di Nusantara. 

Berdasarkan data arkeologis, kerajaan ini meninggalkan beberapa prasasti. Salah satunya adalah batu peringatan dengan bentuk jejak telapak kaki raja Purnawarman yang terukir di prasasti Ciaruteun pada abad ke-5 Masehi. 

Selanjutnya, beberapa prasasti yang berhasil ditemukan di daerah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta menyingkap kejayaan Kerajaan Tarumanegara yang semakin nyata. Prasasti tersebut antara lain prasasti Kebon Kopi I, Pasir Awi, Jambu, Muara Cianten, Cidanghiang dan Tugu. Namun, kejayaan tersebut harus tinggal kenangan karena kerajaan Tarumanegara runtuh pada tahun 669 M. 

Kerajaan Kalingga

Dinasti Syailendra
Dinasti Syailendra

Kerajaan Hindu Budha di Indonesia selanjutnya adalah kerajaan kalingga. Kerajaan Kalingga ini cukup terkenal di antara kerajaan-kerajaan hindu lainnya. Seperti yang kalian ketahui, kerajaan ini terkenal dengan sebutan Kerajaan Holing. Kerajaan tersebut berdiri kurang lebih 100 tahun yakni pada abad ke-6 sampai ke-7 Masehi. 

Lokasi kerajaan ini adalah di pantai utara Jawa Tengah, tepatnya antara Kabupaten Pekalongan dan Jepara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Ratu Shima yang berkuasa antara tahun 674 M hingga 695 M.  Catatan arkeologis ini menjadi lebih akurat dengan adanya pendeta bernama Hwi-ning yang berkunjung ke Kerajaan Kalingga pada tahun 664 M hingga 667 M. 

Tak hanya itu, Kerajaan Kalingga memiliki budaya yang kaya sehingga peninggalannya ada berbagai macam, seperti prasasti, arca dan juga candi. Dimulai dengan penemuan Prasasti Tuk Mas yang berasal dari abad ke-6. Selanjutnya Prasasti Sojomerto yang menceritakan tentang tokoh agung bernama Dinasti Syailendra.

Adapun peninggalannya berupa Situs Puncak Songolikur yang memiliki arca-arca magis seperti arca Batara Guru, Wisnu, Togog, dan Narada. Di sisi lain, kerajaan ini telah membangun beberapa candi seperti candi angin dan candi bubrah. 

Kerajaan Kadiri

Candi Penataran
Candi Penataran

Pertama, ada kerajaan Kediri. Kerajaan ini sering disebut sebagai Daha atau Panjalu. Salah satu kerajaan hindu-budha di Indonesia yang menempati wilayah Jawa Timur. Pembangunan kerajaan terjadi pada tahun 1042 sampai 1222 M.

Kerajaan Kadiri ini berasal dari dari pecahan Kerajaan Airlangga. Nah, apakah kalian tahu terdapat tokoh penting Kerajaan Kadiri yang begitu terkenal pada masanya? Yap benar, Jayabaya. Jayabaya atau Sang Hyang Wisnu merupakan tokoh tersohor yang terkenal dengan ramalannya. 

Berkat kepemimpinan yang bijak mampu mengantarkan Kerajaan Kediri pada masa keemasan.  Hal tersebut terjadi karena adanya perluasan kekuasaan wilayah hingga Pulau Sumatera. Disamping itu, terdapat cendekiawan terkemuka seperti Empu Darmaja, Empu Panuluh, dan Empu Sedah.  Di sisi lain, peninggalan dari Kerajaan Kediri yang paling terkenal adalah Candi Penataran. 

Baca Juga: Kerajaan Kediri: Sejarah Kehidupan hingga Keruntuhannya

Kerajaan Singhasari

Ken Arok
Ken Arok

Kerajaan Singhasari atau kerajaan Tumapel merupakan kerajaan yang berdiri pada tahun 1222.  Pada pemerintahan Raja Wisnuwardhana sebagai raja pertama, ia mengangkat anaknya yang bernama Kertanegara menjadi putra mahkota. Tak berselang lama, ia pun mengganti nama ibu kota Kerajaan Tumapel menjadi Singhasari. 

Ternyata nama Singhasari lebih dikenal daripada Kerajaan Tumapel. Nama kerajaan itu melambung tinggi dan sampai terkenal di kalangan Dinasti Yuan dari Tiongkok. Adapun tragedi Singhasari yang cukup menggemparkan pada masanya.

Lalu, Tunggul Ametung mengalami insiden pembunuhan yang dilakukan oleh pengawalnya sendiri bernama Ken Arok. Beliau tewas di tangan Ken Arok sendiri, hingga pada akhirnya ia menggantikan posisi Tunggul Ametung menjadi akuwu baru. 

Di masa pemerintahan Ken Arok, dia berhasil melepaskan kekuasaan dari Kerajaan Kadiri.  Setelah itu, Ken Arok mengangkat dirinya sendiri menjadi raja dengan Gelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi dan menikah dengan Ken Dedes.

Beberapa tahun kemudian, terjadi perseteruan antara Raja Kediri bernama Kertajaya dengan para Brahmana. Mereka akhirnya bergabung dengan Kerajaan Singhasari. Peperangan antara kedua kubu yakni Kerajaan Kadiri yang dipimpin oleh Kertanegara dan Kerajaan Singhasari yang dipimpin oleh Ken Arok, berhasil dimenangkan oleh Kerajaan Singhasari. 

Kerajaan Majapahit

Hayam Wuruk
Hayam Wuruk

Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang tak kalah tersohor adalah Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada kekuasaan Hayam Wuruk dari tahun 1350 sampai 1389. Dalam masa kejayaan tersebut, kerajaan ini terbilang handal dalam memperluas wilayah kekuasaannya. 

Terbukti dengan penguasaan Semenanjung Malaya yang dianggap sebagai salah satu negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kerajaan Majapahit tersebut meninggalkan peninggalan sejarah seperti tempat-tempat suci, sarana ritual keagamaan seperti candi, pemandian suci dan gua pertapaan. 

Kerajaan Budha di Indonesia

Tak hanya kerajaan Hindu yang berkembang pesat, namun Kerajaan Budha juga telah membentangkan kekuasaannya di pelosok nusantara. Adapun kerajaan Budha yang terkenal pada zamannya, antara lain:

Kerajaan Sriwijaya

Candi Muara Takus
Candi Muara Takus

Keberadaan kerajaan Hindu Budha di Indonesia tidak hanya sampai situ saja. Di luar Pulau Jawa terdapat kerajaan hindu tersohor pada masanya yaitu Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini terletak di tepi Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Menjadi salah satu kerajaan yang berpengaruh dan kaya raya membuatnya menjadi kerajaan Budha yang tangguh.

Tepatnya pada abad ke-8 sampai ke-9, Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yang mampu mencapai masa keemasannya dengan sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan  penguasaan wilayah Selat Malaka hingga Thailand Selatan pada masa pemerintahan Balaputradewa hingga Raja Sri Samarawijaya. 

Alhasil berkat pengaruhnya yang luar biasa, kerajaan ini meninggalkan beberapa barang dan tempat bersejarah seperti Prasasti Talang Tuo, Kota Kapur, Telaga Batu hingga candi yang terkenal yaitu Candi Muara Takus. 

Kerajaan Mataram Kuno

Sri Maharaja Rakai Panangkaran
Sri Maharaja Rakai Panangkaran

Kerajaan Hindu Budha di Indonesia selanjutnya adalah Kerajaan Mataram Kuno. Lokasi kerajaan ini adalah di daerah Jawa Tengah. Kemudian, pendiri dari kerajaan ini bernama Raja Sanjaya.Asal kalian tahu, Kerajaan Mataram Kuno ini dikenal dengan Kerajaan Medang. 

Raja Sanjaya terkenal sebagai raja yang bijaksana, taat dan terampil dalam memimpin. Di bawah kekuasaan Raja Sanjaya, wilayah Mataram Kuno diperluas. Selain itu,Mataram Kuno menjadi tempat pembelajaran agama Hindu yang terkemuka hingga beberapa pendeta banyak berdatangan untuk menambah wawasannya.

Sepeninggal Raja Sanjaya wafat pada abad ke-8, tahta kerajaannya digantikan oleh Rakai Panangkaran, yaitu putranya sendiri. Wafatnya beliau menciptakan perpecahan di Mataram Kuno menjadi dua bagian yaitu Mataram Kuno Bagian utara bercorak Hindu dan Mataram Kuno bercorak Budha. 

Nah, itulah pembahasan mengenai kerajaan hindu budha di Indonesia. Dengan mempelajari kerajaan-kerajaan di nusantara, kita jadi tahu bahwa Indonesia kaya akan sejarah dan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Kira-kira kerajaan hindu budha apa lagi yang kalian ketahui, guys?  Sampai jumpa di artikel berikut ya, kawan literasi!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang Menorehkan Sejarah

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]