1. Kelas 10 Sejarah

Kerajaan Kediri: Sejarah Kehidupan hingga Keruntuhannya

Kerajaan Kediri dikenal dengan nama Kerajaan Panjalu. Kerajaan ini berdiri pada sekitar abad ke-12 tahun 1042-1222. Berada di tepi Sungai Brantas, Jawa Timur, dahulu kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno dengan corak Hindu. Bagaimana kehidupan masa kerajaan ini berdiri dan apa penyebab keruntuhannya? Simak artikel kali ini hingga selesai!

Awalnya, kerajaan ini adalah hasil pembagian wilayah kerajaan Kahuripan. Airlangga pada tahun 1041 M membagi dua kerajaan hingga terbentuklah Kerajaan Jenggala dan Panjalu, yang berbatasan dengan Gunung Kawi dan Sungai Brantas. Dari Prasasti Sirah Keting (1104 M), diketahui raja pertama Kediri adalah Raja Sri Jayawarsa. Pusat kerajaan Kediri adalah Daha, yang saat ini merupakan Kota Kediri. 

Kehidupan Politik 

Sumber: dalpana sejarah

Politik kerajaan Kediri bermula dari perang saudara antara Samarawijaya di Panjalu dan Panji Garasakan yang berkuasa di Jenggala. Keduanya tidak bisa hidup berdampingan dan berkonflik. Akhirnya, terjadi perebutan kekuasaan antara keduanya di tahun 1052 M. 

Panji Garasakan pun di tahap pertama bisa mengalahkan Samarawijaya. Lalu, di Jenggala, mulai berkuasa raja-raja pengganti Panji Garasakan. Pada tahun 1059 M seorang raja bernama Samarotsaha memimpin kerajaan.

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Pada 1104 M, tampillah Kerajaan Panjalu sebagai rajanya Jayawangsa, yang mana kerajaannya dikenal dengan Kerajaan Kediri dengan ibu kota di Daha. Tahun 1117 M, Bameswara menjadi raja Kediri. Pada saat itu, ada prasasti yang ditemukan, diantaranya Prasasti Padlegan (117 M) dan Prasasti Panumbangan (1120 M), yang berisi tentang status perdikan untuk beberapa desa. 

Terdapat raja yang sangat terkenal pada tahun 1135, yaitu Raja Jayabaya. Ia meninggalkan tiga prasasti, yaitu Prasasti Hantang/Ngantang (1135 M), Prasasti Talan (1136 M), dan Prasasti Desa Jepun (1144 M). 

Peperangan merupakan cara berpolitik untuk memperebutkan kekuasaan di Kediri. Namun, pada era Jayabaya banyak terjadi perubahan, hingga kehidupan Kerajaan Kediri menjadi teratur dan mencapai kemakmuran. 

Baca juga: Pengertian Sejarah, Ruang Lingkup, serta Unsur-Unsurnya

Kehidupan Sosial dan Budaya

Sumber: kompas

Meskipun menganut agama Hindu, masyarakat Kerajaan Kediri tidak menganut sistem kasta, sesuai dengan yang tertulis pada Kitab Lubdaka. Kitab tersebut juga menyebutkan bahwa tinggi rendahnya nilai serta martabat seseorang bukanlah berdasarkan keturunan maupun kedudukannya, melainkan dari sifat serta sikapnya.

Dalam bidang kebudayaan, perkembangan seni sastra dan pertunjukan wayang sangatlah menonjol di Kediri, salah satunya yaitu Wayang Panji. Sementara itu, karya sastra yang cukup terkenal dari kerajaan Kediri adalah Kitab Baratayuda, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, dan Kitab Lubdaka.

  • Kitab Baratayuda

Kitab Baratayuda menggambarkan terjadinya perang saudara antara Panjalu dengan Jenggala dan ditulis pada masa kepemimpinan Jayabaya. Peperangan tersebut digambarkan dengan perang antara Kurawa dengan Pandawa yang masing-masing adalah keturunan dari Barata. 

  • Kitab Kresnayana

Mpu Triguna, pada masa Raja Jayaswara memimpin kerajaan, menulis kitab bernama Kitab Kresnayana. Isi kitab tersebut adalah tentang perkawinan antara Kresna dan Dewi Rukmini. 

  • Kitab Smaradahana

Ditulis oleh Mpu Darmaja pada zaman Raja Kameswari, kitab ini berisi tentang sepasang suami istri, Smara dan Rati, yang menggoda Dewa Syiwa yang sedang bertapa. Keduanya dikutuk dan mati terbakar oleh api (Dahana) karena kesaktian Dewa Syiwa. Namun, keduanya dihidupkan lagi dan menjelma sebagai Kameswara dan permaisurinya. 

  • Kitab Lubdaka

Penulis kitab ini adalah Mpu Tanakung. Mpu Tanakung menulisnya pada masa kepemimpinan Raja Bameswara. Isi kitab ini adalah tentang seorang pemburu bernama Lubdaka yang banyak melakukan pembunuhan, kemudian mengadakan pemujaan terhadap Syiwa, sehingga rohnya yang seharusnya masuk neraka menjadi masuk surga. 

Baca juga: Sejarah Sumpah Pemuda, Isi Teks, dan Maknanya bagi Pelajar

Kehidupan Ekonomi

Sumber: romadecade

Masyarakat Kediri memiliki mata pencaharian utama dari pertanian, sebab hasil utamanya adalah padi. Selain itu, pelayaran dan perdagangan kerajaan Kediri juga sangat berkembang. Barang perdagangan di Kediri diantaranya adalah emas, perak, kayu cendana, dan pinang. Kesadaran rakyat tentang pajak pun juga tinggi, di mana rakyat menyerahkan sebagian hasil bumi atau barang kepada pemerintah. Masyarakat juga telah menggunakan uang dari emas untuk alat pembayaran. Hal ini terlihat dari berbagai kronik Cina yang menyebutkan kehidupan ekonomi kerajaan Kediri. 

Keruntuhan Kerajaan Kediri 

Sumber: selasar

Karena kedua anak Airlangga sangat ingin mewarisi tahta sang ayah, keduanya terus berperang (Kerajaan Panjalu dan Kerajaan Jenggala) hingga sekitar 60 tahun. Akhirnya, Panjalu berhasil memenangkan perang tersebut dan meraih seluruh tahta warisan Raja Airlangga. 

Kemenangan tersebut membuat ibu kota yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan berpindah ke Kediri. Karena itulah, nama Panjalu menjadi populer daripada Kediri. Setalah berdiri hingga sekitar 200 tahun lamanya, Kerajaan Kediri akhirnya mulai melemah setelah terjadi perselisihan antara Raja Kertajaya dengan Kaum Brahmana. 

Saat Sri Maharaja Kertajaya memimpin kerajaan dari tahun 1194-1422, Ia sangat terkenal sebagai raja yang kejam dan jahat, bahkan mengaku bahwa Ia adalah jelmaan seorang dewa. Pada masa kekuasaannya, Ia memaksa kaum Brahmana menyembahnya dan berkata hanya dewa Siwa lah yang bisa mengalahkannya. Jika menolak, tanpa ragu Ia akan menyiksa kaum Brahmana. 

Kemudian, kaum Brahmana memohon bantuan pada Ken Arok dari Tumapel untuk menghentikan kejahatan Kertajaya. Pada akhirnya, Ken Arok bisa membunuh Raja Kertajaya dan menguasai Kerajaan Kediri. Keberhasilan tersebut membuatnya ingin mendirikan kerajaan baru yang bernama Singosari. 

Baca juga: Kerajaan Majapahit: Awal Mula, Masa Jaya hingga Keruntuhan

Demikianlah ulasan materi tentang kehidupan sejarah Kerajaan Kediri, masa kejayaan, hingga keruntuhannya. Semoga menambah wawasan Kawan Literasi semua! 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kerajaan Kediri: Sejarah Kehidupan hingga Keruntuhannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]