1. Kelas 10 Sejarah

Kerajaan Majapahit: Awal Mula, Masa Jaya hingga Keruntuhan

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan besar di Indonesia. Kawan Literasi pasti sudah tidak asing dengan figur Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Mereka merupakan beberapa tokoh yang penting pada masa kerajaan Majapahit. 

Kerajaan ini adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir di tanah Nusantara yang terbentuk pada abad ke-13. Bagaimana sejarah Kerajaan Majapahit hingga mencapai kejayaannya? Siapa pula tokoh pentingnya? Simak artikel Studio Literasi keli ini hingga selesai untuk tahu jawabannya. 

Latar Belakang Sejarah 

Jayakatwang menyerang Kertanegara dan meninggal karena serangan tersebut pada 1292, kemudian Raden Wijaya berhasil lolos melarikan diri dengan Aria Wirajaya ke Sumenep, Madura. Lalu, Raden Wijaya pun berstrategi untuk mendirikan kerajaan baru. Raden Wijaya izin kepada Jayakatwang untuk membuka lahan baru, lalu dengan bantuan tentaranya dan pasukan Madura, lahan tersebut dibersihkan dan ditempati. Penamaan Majapahit sendiri diambil dari buah Maja yang rasanya pahit. 

Di bulan November tahun 1292, rombongan kerajaan Mongol mendatangi Tuban untuk membalas perbuatan Kertanegara yang mempermalukan Rajanya, namun Kertanegara sudah meninggal. Raden Wijaya pun bersekutu dengan pasukan Mongol untuk melawan Singosari. Lalu, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol hingga pasukan itu pergi dari Jawa. 

Artikel Terkait

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on April 6, 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 2:38 am

    Budi pekerti merupakan etika wajib yang dimiliki oleh semua warga Indonesia. Hal ini berkaitan dengan moral yang menuntun kita dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Apabila seseorang tidak memiliki atau menjalankan prinsip budi pekerti seperti mestinya maka akibatnya banyak perilaku negatif yang terjadi pada sekitar. Penjelasan tentang materi ini bisa Sobat Literasi baca pada artikel Artikel Budi Pekerti: Etika Wajib Bangsa Indonesia pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Raden Wijaya pun membangun Kerajaan Majapahit dengan pusatnya di daerah Trowulan, Jawa Timur, yang saat ini menjadi Kabupaten Mojokerto. 

Baca juga: Sejarah Sumpah Pemuda, Isi Teks, dan Maknanya bagi Pelajar

Raja-Raja Kerajaan Majapahit

Berikut ini adalah beberapa raja yang memimpin selama Kerajaan Majapahit masih berdiri:

1. Raden Wijaya 

Sumber: wikipedia

Raden Wijaya adalah sosok yang mendirikan Kerajaan Majapahit serta berhasil mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil di Jawa Timur. Ia berhasil mengalahkan pasukan Mongol yang hendak menyerang pulau Jawa, kemudian diangkat menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Pemerintahannya berlangsung dari 1293 M – 1309 M. 

2. Jayanegara

Sumber: wikipedia

Setelah Raden Wijaya wafat, tahta kerajaan kemudian jatuh ke Jayanegara yang merupakan putra Raden Wijaya. Jayanegara terkenal kejam dan licik. Namun, Jayanegara berhasil melakukan perluasan wilayah kekuasaan hingga Sumatra. Masa kekuasaannya yaitu dimulai dari 1309 M hingga 1328 M. 

3. Tribhuwana Wijayatunggadewi

Sumber: wikipedia

Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah pemimpin kerajaan wanita pertama setelah ayahnya wafat. Ia juga merupakan putri Raden Wijaya. Ia memimpin Kerajaan Majapahit bersama dengan suaminya, Raden Wijaya II serta berhasil melebarkan kekuasaan ke Bali dan Maluku. Masa kekuasaannya berlangsung selama 22 tahun, sejak 1328 M sampai 1350 M. 

4. Hayam Wuruk

Sumber: wikipedia

Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit yang paling dikenal dan mencapai puncak kejayaan kerajaan Majapahit. Masa kekuasaannya adalah sekitar 40 tahun, dari 1350 M hingga 1389 M. Berkat keahliannya berdiplomasi, Ia berhasil menjalin hubungan baik dengan negara tetangga seperti Cina, serta memperluas daerah kekuasaan hingga Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaya, Filipina, dan Papua Nugini. 

5. Wikramawardhana

Sumber: wikipedia

Menjabat dari 1389-1429 M, Wikramawardhana memerintah setelah wafatnya Hayam Wuruk. Selama 40 tahun masa jabatannya, Ia dikenal sebagai raja yang mampu memperkuat Majapahit dari sektor ekonomi dan perdagangan. Meski begitu, Ia kalah saat melawan kerajaan Demak di akhir masa jabatannya, sehingga Majapahit pun mengalami kemunduran. 

Baca juga: Kerajaan Demak

Perkembangan dan Masa Kejayaan

Pada masa kerajaan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan Mahapatih Gajah Mada yang terkenal dengan sumpahnya untuk menyatukan Nusantara, yaitu dikenal dengan “Sumpah Palapa”. Cara militer maupun diplomasi juga ditempuh untuk melaksanakan sumpah tersebut agar dapat menguasai daerah-daerah lain. 

Majapahit pun berusaha berdiplomasi dengan Kerajaan Sunda. Kesempatan pun datang saat putri Raja Sunda, Dyah Pitaloka akan menikah dengan Hayam Wuruk. Raja Sunda beserta rombongannya pun berangkat ke Majapahit. Saat itulah Gajah Mada berstrategi dengan menafsirkan kedatangan Kerajaan Sunda itu adalah pernyataan tunduk terhadap Majapahit. Rombongan Kerajaan Sunda tentu saja menolak, pernikahan pun batal dan terjadilah peristiwa Perang Bubat. 

Selain upaya Gajah Mada, Hayam Wuruk sendiri juga menjalin hubungan dagang dengan Tiongkok, India, dan beberapa negara Arab, serta membangun banyak monumen sebagai simbol kekuasaan. Majapahit pun memiliki area kekuasaan yang luas, meliputi Sumatera, Semenanjung Melayu, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tuamsik (Singapura) dan sebagian Kepulauan Filipina.

Baca juga: Kerajaan Islam di Sumatera

Keruntuhan Kerajaan Majapahit

Sumber: kompas

Seperti yang sudah disinggung sekilas sebelumnya, salah satu faktor kemunduran kerajaan Majapahit adalah serangan dari luar . Pada awal abad ke-16, Kerajaan Majapahit diancam oleh Kerajaan Demak yang kala itu berpusat di Jawa Tengah. Pada tahun 1521, pasukan Kerajaan Demak mampu menaklukkan Trowulan sebagai ibukota Majapahit. Majapahit pun takluk pada serangan tersebut. 

Kemunduran juga diperkuat dengan faktor persebaran agama Islam sekitar awal abad ke-15, yaitu adanya kerajaan perdagangan baru, Kesultanan Malaka. Kesultanan Malaka mulai melemahkan kekuasaan Majapahit, dan beberapa daerah taklukan Majapahit di daerah lain di Nusantara perlahan melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. 

Kemudian, keruntuhan kerajaan juga disebabkan oleh faktor internal kerajaan sendiri, yaitu konflik perebutan tahta antara keluarga setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. Hayam Wuruk yang memiliki putri pewaris yaitu Kusumawardhani, juga memiliki putra dari selirnya, Wirabhumi. Wirabhumi pun juga menuntut haknya untuk mendapatkan tahta. Terjadilah Perang Paregreg pada tahun 1405-1406 dan dimenangkan oleh Wikramawardhana, suami dari Kusumawardhani yang juga sekaligus adalah sepupunya. 

Baca juga: Indische Partij : Sejarah, Tujuan dan Program Kerjanya

Peninggalan Bersejarah 

1. Prasasti 

Sumber: pahami

Prasasti Sukamerta 

Kerap dikenal sebagai Prasasti Raden Wijaya, prasasti ini ditemukan di Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Isi prasasti ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan Raden Wijaya. Konon, prasasti ini dikeluarkan oleh Kertarajasa untuk memperingati Sukamerta yang ditetapkan menjadi desa swatantra, atas permohonan Pati Patipati Pu Kapat yang telah berbakti dan setia kepada Raja. 

Isi prasasti ini yang pertama yaitu kisah Raden Wijaya yang memperistri 4 putri Kertanegara. Lalu, penganugerahan sima kepada petinggi Desa Sukamerta yang sudah membantu pelarian Raden Wijaya sampai Sumenep. Diceritakan juga penobatan Jayanegara, putra dari Raden Wijaya, sebagai Raja Kediri pada 1295 M. 

Prasasti Taji Gunung

Prasasti ini isinya adalah penyebutan dewa-dewa, dengan “Om, Namas siwa yanama Buddhayah” yang artinya “Selamat, bakti kepada Siwa dan Buddha.”

Prasasti Waringin Pitu

Selanjutnya, prasasti ini berisi ungkapan bentuk pemerintahan serta sistem birokrasi dari kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit memiliki 14 kerajaan bawahan. 

Prasasti Kudadu 

Prasasti Kudadu berisi tentang pengalaman Raden Wijaya yang ditolong oleh Rama Kudadu dari kejaran bala tentara Jayakatwang sebelum Ia menjadi Raja Majapahit. Saat Raden Wijaya menjadi raja, Ia bergelar Kertajaya Jayawardhana Anantawikrama tunggadewa, kemudian penduduk desa Kudadu dan sang kepala desa mendapat hadiah tanah sima. 

2. Kitab 

Sumber: pahami

Kitab Sutasoma

Kitab ini berisi tentang cerita seorang anak raja yang bernama Sutasoma, yang meninggalkan keduniawian sebab ketaatannya kepada agama Buddha. 

Kitab Negarakertagama

Memuat daftar dharma upapatti para pejabat yang dapat dikelompokkan ke golongan Buddha dan golongan Siwa.

Kitab Sundayana

Menceritakan peristiwa Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pajajaran sebab Kerajaan Majapahit ingin menundukkan Sunda dengan menikahi putri raja. 

Selain ketiga kitab tersebut, masih ada beberapa kitab lain seperti Kitab Sorandaka dan Kitab Ranggalawe, Kitab Panjiwijayakrama, Serat Pararaton, serta Kitab Arjunawijaya. 

3. Candi-Candi

Sumber: detiktravel

Kerajaan Majapahit banyak membangun candi sebagai simbol kekuasaannya, diantaranya Candi Penataran, Candi Sukuh, Candi Jawi, dan Candi Tikus. 

Baca juga: Kilas Balik Periode Demokrasi Terpimpin di Indonesia

Demikianlah ulasan sejarah Kerajaan Majapahit, mulai dari terbentuknya kerajaan, masa kejayaan, hingga peninggalannya. Semoga memberikan wawasan dan juga pemahaman tentang sejarah Indonesia ya, Kawan Literasi. 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kerajaan Majapahit: Awal Mula, Masa Jaya hingga Keruntuhan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Awal mula munculnya bank sentral adalah pembangunan sebuah firma pada tahun 1690, saat itu kerajaan Inggris ingin membangun infrastruktur yang kuat untuk armada laut. Nah, tapi nyatanya tidak semudah itu lho guys. Pemerintahan Inggris tidak mempunyai pendanaan yang memadai untuk membangunnya. Selanjutnya, muncullah gagasan William Paterson yang kemudian direalisasikan oleh Charles Montagu yaitu membentuk sebuah […]
    Halo, kawan literasi! Kalian setiap bepergian setidaknya menggunakan fasilitas umum seperti jalan raya, bukan? Nah, fasilitas umum yang kalian lewati setiap hari itu adalah salah satu hasil infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah. Tentunya untuk  membuatnya memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Nah, ngomong-ngomong tentang anggaran, pasti tidak jauh dengan APBN APBD.  Hmm, kira-kira anggaran negara tersebut […]

    Trending

    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]
    Salah satu perangkat elektronik yang dibutuhkan oleh para pelajar maupun pekerja adalah komputer. Komputer hadir mempermudah kehidupan manusia. Bahkan jenis-jenis komputer ini menjadi kebutuhan esensial bagi mereka yang berhubungan dengan sistem komputasi. Berdasarkan buku Arsitektur Komputer (2017), perkembangan komputer dari zaman ke zaman telah mengalami perubahan signifikan. Dengan adanya perangkat ini, dapat mengubah kemampuan manusia […]
    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]