1. Pengetahuan Umum

Lambang Pramuka, Tri Satya, dan Dasa Darma

Siapa yang tidak pernah melihat lambang pramuka? Teman-teman pasti pernah mengikuti kegiatan organisasi kepanduan yang satu ini.

Umumnya, seluruh siswa-siswi di sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas wajib mengikuti kegiatan pramuka setiap hari Sabtu atau Jumat siang setelah kegiatan belajar mengajar di kelas berakhir.

Biasanya, Persami (Perkemahan Sabu Minggu) menjadi kegiatan penutup dari rangkaian kegiatan wajib pramuka yang harus diikuti oleh siswa-siswi yang masih duduk di kelas paling rendah.

Pada kegiatan ini juga mereka diangkat menjadi anggota pramuka sekolah tersebut yang disimbolkan dengan pemberian dan pengalungan kacu.

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Meskipun sebagian besar dari teman-teman pernah melalui kegiatan pramuka, tapi apa teman-teman benar-benar sudah tahu banyak tentang pramuka?

Apa teman-teman sudah tahu apa arti dan makna dari lambang pramuka? Apa itu Dasa Darma?

Nah, kali ini studioliterasi akan membahas beberapa hal tentang pramuka, mulai dari arti dan makna lambang pramuka, hingga Tri Satya dan Dasa Darma pramuka.

Tapi, sebelum kita memulai pembahasan tentang pramuka kali ini, ada baiknya kita mengenal dan mengetahui tentang sejarah pramuka terlebih dahulu. Langsung scroll ke bawah, yuk!

Sejarah Pramuka

Sejarah
Sejarah , Foto Oleh Ngurenrejo-wedarijaksa Desa Id

Kehadiran gerakan kepanduan pertama di Indonesia dibawa oleh Belanda dengan mendirikan cabang organisasi kepanduan yang bernama Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) pada tahun 1912.

Pada tahun 1916 organisasi tersebut berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP).

Pada tahun itu juga Mangkunegara VII mendirikan organisasi sejenis yang menjadi organisasi kepanduan pertama di Indonesia. Organisasi tersebut bernama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Kelahiran JPO menjadi pemicu munculnya organisasi kepanduan lain di Indonesia, diantaranya Hizbul Wahton (HM) yang didirikan oleh organisasi Muhammadiyah pada tahun 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada tahun 1923, Nationale Padvinders (NP) yang didirikan oleh organisasi Budi Utomo, Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), dan masih banyak lagi. 

Sementara itu, di luar pulau jawa juga terbentuk organisasi kepanduan sejenis seperti Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan El-Hilaal.

Melihat pesatnya perkembangan organisasi kepanduan yang didirikan oleh rakyat pribumi, Belanda melarang adanya organisasi kepanduan selain organisasi kepanduan yang memang didirikan secara resmi oleh pemerintah kolonial Belanda menggunakan nama Padvinder.

Melihat hal itu, KH. Agus Salim memperkenalkan istilah kepanduan atau pandu untuk organisasi kepanduan yang didirikan oleh rakyat Indonesia. 

Oleh karena itu terbentuklah organisasi Persaudaraan Antar Pandu Indonesia (PAPI) yang menaungi beberapa organisasi kepanduan yang berada di Indonesia pada tanggal 23 Mei 1928.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, lahirlah kepanduan yang memiliki sifat  nasional bernama Pandu Rakyat Indonesia yang didirikan pada tanggal 28 Desember 1945.

Dalam perkembangan sejarahnya, organisasi kepanduan yang awalnya berjumlah ratusan dibagi menjadi beberapa federasi, melihat adanya kelemahan yang timbul dari beberapa federasi tersebut maka terbentuklah Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO). 

Tapi juga mendapat kendala karena kurangnya kesolidan dan kekompakan antara anggota PERKINDO itu sendiri.

Pada tahun 1960, MPRS memiliki rencana melakukan sebuah upaya untuk memperbaiki organisasi kepanduan yang berada di Indonesia.

Untuk menindak lanjuti rencana upaya tersebut, pada tanggal 9 Maret 1961 Ir. Soekarno selaku Presiden Republik Indonesia mengumpulkan tokoh-tokoh gerakan kepanduan di Indonesia.

Pada pertemuan itu terbitlah sebuah keputusan bahwa seluruh kegiatan dan organisasi kepanduan di Indonesia dilebur ke dalam sebuah organisas yang bernama pramuka.

Dalam pertemuan itu juga Presiden Soekarno menunjuk beberapa orang untuk menjadi panitia pembentukan pramuka, yaitu Sultan Hamengkubuwono XI dan Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi.

Sampai saat ini, hari itu masih dikenang sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Hasil dari kerja panitia tersebut adalah, terbitnya lampiran keputus presiden nomor 238 tahun 1961 tentang gerakan pramuka, tepatnya pada tanggal 20 Mei 1961, peristiwa ini dikenal sebagai hari permulaan tahun kerja.

Setelah itu, pada tanggal 30 Juli 1961 seluruh tokoh–tokoh kepanduan Indonesia berkumpul di Istora Senayan untuk menyatakan bahwa mereka semua akan menggabungkan diri dengan organisasi gerakan pramuka Indonesia, sampai saat ini, hari itu masih dikenang sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Pada 14 Agustus 1961 dilakukan Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang diketuai oleh Prseiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sementara itu, yang menjabat sebagai wakil ketua I dan II adalah Sultan Hamengkubuwono XI dan Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh. 

MAPINAS sendiri ditandai dengan penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh pramuka. Acara ini dihadiri oleh ribuan anggota pramuka unuk memperkenalkan gerakan pramuka kepada masyarakat, hari inilah yang sampai saat ini masih diingat sebagai Hari Llahir Pramuka.

Lambang Pramuka

Lambang Pramuka
Lambang Pramuka, Foto Oleh Kabar Lumajang Pikiran-rakyat Com

Lambang pramuka merupakan gambar sebuah tunas kelapa yang sedang tumbuh, lambang pramuka biasanya terdapat pada baret dan baju seragam pramuka di bagian lengan.

Kira-kira, kenapa lambang pramuka berupa buah kelapa? Ada apa sih dengan buah kelapa? Berikut beberapa makna yang dimiliki oleh lambang pramuka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

  1. Buah kelapa yang sedang dalam keadaan tubuh memiliki makna cikal. Maksud dari lambang pramuka yang satu ini adalah, pramuka merupakan salah satu cikal utama dari pertumbuhan dan perkembangan Bangsa Indonesia.
  1. Buah kelapa dapat bertahan lama meskipun berada di berbagai macam kondisi yang berbeda. Maksud dari lambang pramuka yang satu ini adalah, setiap pramuka merupakan sosok seorang yang rohaniah serta memiliki jasmani yang kuat, bertubuh sehat, ulet dalam bekerja, dan memiliki keinginan yang besar dalam menghadapi seluruh tantangan yang ada di dalam kehidupan. Serta siap dalam menempuh seluruh rintangan dan tantangan demi mengabdi kepada tanah air serta bangsa Indonesia.
  1. Pohon kelapa dapat tumbuh di mana saja. Maksud dari lambang pramuka yang satu ini adalah, anggota pramuka merupakan seseorang yang tidak memiliki kesulitan dalam beradaptasi di lingkungan apapun.
  1. Buah kelapa tumbuh di pohon yang menjulang tinggi. Maksud dari lambang pramuka yang satu ini adalah, anggota pramuka diharapkan memiliki cita-cita yang tinggi.
  1. Akar kelapa yang tumbuh kuat di dalam tanah. Maksud dari lambang pramuka yang satu ini adalah, tekad dan keyakinan yang kuat dan baik untuk meraih cita-cita yang dimiliki.
  1. Buah kelapa memiliki kegunaan yang sangat banyak. Maksud dari lambang pramuka yang satu ini adalah, setiap anggota pramuka diharapkan dapat menjadi seseorang yang berguna untuk orang lain yang berada di sekitarnya.

Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka

Dalam organisasi Pramuka, terdapat tuntunan dan harus dipegang oleh pramuka. Tuntunan Pramuka yang biasa kita kenal dengan Dasa Dharma, sedangkan Janji atau sumpah Pramuka bisa disebut dengan Tri Satya.

Tri Satya Pramuka

Tri Satya berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata, yaitu tri yang berarti tiga dan satya yang berarti janji. 

Bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, Tri Satya adalah janji dan tiga kode etik yang mendasari organisasi dan gerakan Pramuka. Sesuai dengan namanya, Tri Satya mengandung tiga butir janji sebagai berikut.

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  1. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
  1. Menepati Dasa Darma.

khusus untuk pramuka golongan penegak, pandega, dan anggota dewasa, butir Tri Satya Pramuka kedua berbunyi menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.

Kode moral Tri Satya yang digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak, dan pendega. Sementara itu, untuk anggota siaga kode moralnya ialah Dwi Satya.

Dasa Darma

Dasa Dharma berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dasa yang berarti sepuluh dan dharma yang berarti tuntutan

Jika dilihat dari artinya, Dasa Dharma dapat dimaknai sebagai sepuluh tuntunan tingkah laku bagi Pramuka Indonesia yang berisi ketentuan moral serta penjabaran dari dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila. 

Para anggota pramuka diharapkan dapat memahami, menghayati, dan mengimplementasikan setiap butir Dasa Darma ke dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berikut isi dari Dasa Dharma Pramuka.

Pramuka itu:

  1. Taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
  1. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  1. Patriot yang sopan dan kesatria.
  1. Patuh dan suka bermusyawarah.
  1. Rela menolong dan tabah.
  1. Rajin, terampil, dan gembira.
  1. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  1. Disiplin, berani, dan setia.
  1. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  1. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Sekian penjelasan tentang pramuka dari studioliterasi kali ini, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman. Kira-kira pengetahuan apalagi yang harus studioliterasi bagikan? Tulis di kolom komentar, ya.

Semangat belajar!

Baca Juga: Budi Utomo

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Lambang Pramuka, Tri Satya, dan Dasa Darma

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]