1. Kelas 12 Biologi

Perkecambahan

Ilustrasi pertumbuhan kecambah
Pertumbuhan Kecambah, Foto Oleh Among Guru

Hai sobat Studioliterasi, kalian pasti sudah tidak asing dengan tumbuhan berbiji seperti kacang tanah, kedelai, jagung, dll. Dalam proses perkembangannya, tumbuhan berbiji melalui suatu tahap yaitu tahap perkecambahan. Kira-kira, apakah kalian tahu seperti apa prosesnya? Dan faktor apa saja yang mempengaruhinya? Kali ini Studioliterasi telah merangkum secara lengkap materi tentang tahap perkembangan yang satu ini mulai dari pengertian, proses, tipe, hingga faktor yang mempengaruhinya. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Perkecambahan

Perkecambahan adalah proses awal pertumbuhan suatu tumbuhan, terutama pada tumbuhan berbiji. Proses ini merupakan proses pertumbuhan biji-bijian untuk menjadi tanaman baru. Kecambah ini biasanya juga digunakan sebagai bibit atau diolah menjadi makanan. 

Tahapan ini memiliki tujuan untuk mencegah timbulnya patogen serta mencegah terjadinya dormansi yang dapat menyebabkan benih berhenti tumbuh, sehingga diperoleh hasil berupa tanaman baru seperti tauge dan lain sebagainya.

Proses Perkecambahan

Berikut ini merupakan tahap-tahap dalam pembentukan kecambah:

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  1. Proses ini diawali dengan biji menyerap air yang ada disekitarnya atau biasa disebut proses imbibisi. Proses ono terjadi karena adanya perbedaan potensial air antara biji dengan lingkungan disekitarnya.
  2. Air yang telah masuk akan memicu aktifnya hormon giberelin pada embrio yang akan memicu sel-sel yang ada di lapisan aleuron untuk memproduksi enzim amilase. Enzim ini akan bekerja di endosperma untuk mengubah pati menjadi gula.
  3. Gula yang dihasilkan nantinya akan ditransfer ke embrio sebagai bahan untuk pertumbuhan embrio.
  4. Pertumbuhan embrio akan menyebabkan pemecahan kulit biji. Koleoptil akan tumbuh ke atas dan radikula akan tumbuh ke bawah.

Faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan

Faktor yang dapat mempengaruhi proses ini dibagi menjadi 2, yaitu internal dan eksternal. Berikut penjelasannya:

Faktor Internal

Berikut adalah beberapa faktor internal yang dapat mempengaruhi proses bertumbuhnya biji menjadi kecambah:

  1. Tingkat Kemasakan Benih

Tingkat kemasakan benih merupakan salah satu faktor internal yang sangat berpengaruh dalam proses perubahan menjadi kecambah ini. Biji dapat dikategorikan belum masak apabila biji belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta embrionya belum terbentuk dengan sempurna. Biji yang secara fisiologis belum masak biasanya tidak memiliki vigor (daya untuk hidup) serta tidak memiliki viabilitas (daya kecambah) yang baik. 

  1. Berat dan Ukuran Benih

Diperkirakan bahwa benih yang memiliki berat dan ukuran besar mengandung cadangan makanan lebih banyak daripada benih yang berat dan ukurannya kecil. Cadangan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mineral merupakan bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan baku dan energi untuk embrio dalam proses perkecambahan. Oleh karena itu, faktor berat dan ukuran benih dapat mempengaruhi kecepatan benih dalam berkecambah.

  1. Dormansi

Dormansi adalah suatu kondisi dimana benih sebenarnya hidup namun tidak dapat berkecambah meskipun diletakkan pada kondisi lingkungan yang memenuhi syarat untuk proses perkecambahan. Masa dorman bisa dipatahkan sehingga dapat dirangsang untuk berkecambah dengan menerapkan perlakuan khusus, seperti direndam dalam larutan asam sulfat, melakukan stratifikasi, dan lain-lain.

  1. Penghambat Perkecambahan

Terdapat beberapa zat yang dikenal dapat menghambat proses ini, seperti:

  • Larutan yang memiliki tingkat osmotik tinggi, seperti manito, NaCl.
  • Bahan-bahan yang dapat menghambat respirasi, seperti sianida, fluorida, azide, hydroxylamine.
  • Coumarin.
  • Auxin.
  • herbisida.

Faktor Eksternal

Berikut adalah beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi tahapan perubahan biji menjadi kecambah:

  1. Air

Air memiliki peranan yang sangat penting dalam proses ini. Selain berfungsi untuk menghilangkan inhibitor, air juga berfungsi dalam proses penguraian karbohidrat di dalam kotiledon biji yang digunakan untuk pertumbuhan embrio.

  1. Cahaya

Kebutuhan cahaya juga merupakan salah satu faktor penting. Dan ini bervariasi tergantung dari jenis benihnya. Ada benih yang perlu cahaya untuk berkecambah, ada juga yang dapat cepat berkecambah jika kebutuhan cahayanya tercukupi. Selain itu juga terdapat benih yang dapat terhambat perkecambahannya jika terkena cahaya, serta benih yang dapat berkecambah jika tidak terkena cahaya.

  1. Temperatur

Kecepatan perubahan benih menjadi kecambah juga dapat dipengaruhi dari faktor temperaturnya. Temperatur yang digunakan bagi kebanyakan benih tanaman yaitu sekitar 80-95°F (0-5°C). Untuk benih tanaman musim dingin biasanya 40°F (4,5°C) atau kurang. Sedangkan, untuk tanaman musim panas biasanya temperatur minimumnya sekitar 50-60°F (10-15°C).

  1. Oksigen

Oksigen merupakan bahan utama dalam proses respirasi. Proses respirasi sendiri merupakan faktor yang dapat mempengaruhi percepatan proses perkecambahan. Apabila ketersediaan oksigen terbatas, maka proses perubahan benih akan terhambat. Benih dapat berkecambah apabila kandungan oksigen di udara >29%. Namun, ada pula jenis tanaman yang akan berkecambah pada kondisi kurang oksigen, seperti padi.

Tipe Perkecambahan

Terdapat dua tipe yang dalam proses perubahan benih menjadi kecambah ini, yaitu:

  1. Perkecambahan Epigeal

Tipe epigeal adalah tipe dimana proses perubahan yang terjadi akan menghasilkan kotiledon dan epikotil yang tumbuh keluar ke atas permukaan tanah. Hal ini disebabkan karena pada saat pertumbuhan embrio, bagian hipokotil tumbuh lebih panjang dari epikotil. Contoh dari tipe epigeal adalah biji kacang hijau, kacang merah, kacang kapri.

  1. Perkecambahan Hipogeal

Tipe hipogeal adalah tipe dimana kotiledon biji tidak keluar dari tanah saat berkecambah, melainkan epikotil yang tumbuh memanjang yang menyebabkan plumula ikut keluar dari tanah. Hal itu terjadi karena epikotil tumbuh lebih panjang daripada hipokotil. Contoh dari tipe hipogeal adalah biji jagung, padi, dan rumput-rumputan.

Itulah ringkasan materi mengenai perkecambahan. Semoga bermanfaat dan dapat membantu sobat studioliterasi dalam memahami pelajaran biologi ya. Sampai jumpa di artikel yang lain!

Baca Juga:
Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangbiakan Generatif

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Perkecambahan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]