1. Kelas 10 Geografi

Peta Topografi: Ciri, Komponen, hingga Cara Membacanya

Secara garis besar, ada dua jenis peta, yaitu peta umum dan peta khusus. Salah satu yang termasuk peta khusus adalah peta topografi. Peta topografi adalah peta yang secara khusus menjelaskan kenampakan permukaan bumi yang digambarkan dengan garis kontur. 

Kali ini, Studio Literasi akan mengulas materi peta topografi, mulai dari ciri-ciri, komponennya, serta cara membacanya. Penasaran? Simak hingga akhir ya, Kawan Literasi!

Ciri Peta Topografi 

Sumber: no boundaries

1. Tidak Memiliki Banyak Warna

Umumnya, peta memiliki warna hijau dengan selingan warna kuning ataupun coklat. Peta tersebut tergolong sebagai peta jenis umum yang menggambarkan suatu wilayah, disebut juga peta Chorografi. 

Berbeda dengan peta Chorografi, peta topografi tidak memiliki banyak warna. Biasanya didominasi warna putih dan kuning, disertai dengan garis-garis yang tercetak jelas. Informasi pada peta topografi hanya sebatas kontur tanah, sehingga garis kontur harus terlihat jelas agar pembaca bisa lebih memahami isi peta. 

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

2. Berskala Besar dan Disajikan dengan Detail 

Karakteristik peta topografi selanjutnya yaitu penggunaan skala yang besar. Skala adalah rasio atau perbandingan antara ukuran gambar dan keadaan sesungguhnya. Semakin kecil suatu skala yang digunakan, maka semakin tidak rinci informasi yang diberikan. Sebaliknya, jika peta menggunakan skala besar, informasi yang diberikan akan semakin detail dan lebih akurat, sebab gambar yang tersaji di peta akan semakin besar. 

Alasan peta topografi menggunakan skala besar adalah karena kebutuhan informasi tentang kontur tanah, sehingga gambar harus disajikan lebih teliti. 

3. Menggunakan Garis Kontur

Ciri yang membedakan peta topografi dengan peta lain yaitu penggunaan garis-garis halus namun tegas yang disebut garis kontur. Jumlahnya banyak dan memenuhi peta. Garis kontur adalah gabungan dari dua segmen garis yang berkaitan namun tidak berpotongan satu sama lain. Peta topografi biasanya tidak dipakai oleh masyarakat umum, melainkan oleh lembaga tertentu. 

Baca juga: Penginderaan Jauh: Definisi, Komponen & Interpretasi Citra

4. Menggambarkan Keadaan Tinggi Rendahnya Permukaan Bumi

Ciri khusus yang terakhir dari peta ini adalah menjelaskan tentang kontur tanah atau keadaan tanah di suatu area, termasuk tinggi rendahnya jenis tanah. 

Komponen Peta Topografi

Sumber: scoutlife

1. Judul Peta 

Judul peta menginformasikan nama wilayah sebuah tempat yang peta tersebut gambarkan. Judul terletak pada bagian tengah atas halaman peta. 

2. Koordinat

Komponen selanjutnya yaitu koordinat yang berupa garis-garis vertikal serta horizontal yang menunjukkan suatu titik lokasi di peta. Koordinat pada peta topografi terdiri dari koordinat geografis dan koordinat grid: 

  • Koordinat geografis adalah koordinat yang dinyatakan dengan satuan derajat, menit, serta detik, terdiri atas garis bujur barat (BB) dan bujur timur (BT). Posisi garis bujur tegak lurus terhadap garis khatulistiwa. Selain itu, ada pula garis lintang utara (LU) dan lintang selatan (LS) yang letaknya sejajar dengan garis khatulistiwa. 
  • Koordinat grid menunjukkan kedudukan titik lokasi sebagai acuan dalam peta.

3. Nomor Peta

Nomor peta letaknya ada pada bagian kanan atas peta. Fungsi nomor peta yaitu menjadi sumber acuan saat membutuhkan peta tempat lain yang berdekatan. 

Baca juga: Materi Lapisan Litosfer: Pengertian, Susunan, & Dinamikanya

4. Skala 

Skala menggambarkan perbandingan atau rasio antara ukuran yang ada di gambar dan ukuran sesungguhnya. Skala peta terbagi menjadi skala grafik dan skala numerik. 

  • Skala numerik menyatakan jarak dalam satuan angka atau nilai 
  • Skala grafik menggunakan bentuk garis bilangan sebagai pembanding jarak

Contohnya, skala 1: 10000 artinya setiap 1cm pada peta mewakili 10,000 cm atau 10 meter ukuran sesungguhnya. 

5. Tahun Pembuatan

Tahun pembuatan menyatakan kapan tahun peta tersebut digambar. Semakin baru sebuah peta dibuat, semakin tinggi level akurasi peta tersebut. 

6. Arah Peta

Arah pada peta yaitu letak mata angin seperti utara, selatan, barat dan timur. Namun, biasanya arah tulisan yang tertera di peta adalah arah utaranya. 

9. Deklinasi

Deklinasi adalah garis yang menunjukkan perbedaan arah utara di peta dan utara magnetik. Deklinasi suatu peta biasanya dicek setiap 5 tahun sekali supaya peta bisa selalu menggambarkan informasi yang presisi. 

10. Garis Kontur

Garis kontur menyatakan ketinggian permukaan tanah. Garis kontur suatu dataran rendah biasanya akan mengelilingi garis kontur dataran tinggi. 

11. Warna Peta

Warna hitam: detail penghunian, detail planimetris dan batas administrasi

Warna biru: area perairan

Warna hijau: vegetasi

Warna merah: jalan raya

Warna coklat: kontur 

Baca juga: Mengenal Rotasi Bumi, Penyebab Adanya Siang & Malam

Cara Membaca Peta Topografi (Garis Kontur)

Sumber: rei

Tidak seperti peta umum, peta topografi tidak hanya bisa dibaca melalui warnanya saja. Karena warna yang digunakan terbatas, garis kontur yang tertera dalam peta juga perlu diperhatikan. 

Melansir dari rei.com, peta topografi dapat memberi informasi untuk pembaca bisa memvisualisasikan medan tiga dimensi dengan selembar kertas datar melalui garis kontur pada peta. Berikut diantaranya: 

  • Kecuraman Medan 

Karena garis kontur menghubungkan titik dengan ketinggian yang sama. Jika ketinggian berubah dengan cepat dalam jarak yang dekat, berarti medan lokasi tersebut curam. Sebaliknya, jika garis kontur berjauhan, maka kemiringannya landai. 

  • Bentuk Medan

Lingkaran yang konsentris menunjukkan suatu puncak, serta area di antara puncak-puncak tersebut adalah lintasan. 

  • Garis kontur indeks: Setiap garis kontur ke-5, adalah garis “indeks” yang lebih tebal. Sepanjang garis, terdapat titik-titik yang mencantumkan ketinggian pastinya.
  • Interval kontur: Interval kontur bisa ditemukan dalam legenda peta. Perubahan ketinggian satu garis kontur ke garis berikutnya selalu sama dalam satuan peta. Contoh, interval 80 kaki berarti setiap garis kontur memiliki jarak 80 kaki vertikal dari garis berikutnya. 

Baca juga: Pembangunan Berkelanjutan: Prinsip, Tujuan dan Indikatornya

Demikianlah materi tentang peta topografi, termasuk ciri dan komponennya. Membaca peta topografi sendiri tentu membutuhkan waktu dan banyak latihan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Kawan Literasi!

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Peta Topografi: Ciri, Komponen, hingga Cara Membacanya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]