1. Pengetahuan Umum

Perbedaan Qurban dan Aqiqah : Pengertian, Cara, dan Doa Lengkap

Hewan qurban dan aqiqah

Sama-sama melibatkan prosesi menyembelih hewan, rupanya aqiqah dan qurban merupakan jenis ibadah yang berbeda. Kalau hari qurban dirayakan secara serempak oleh seluruh umat muslim di dunia, terus kapan ya waktu pelaksanaan aqiqah? Yuk, simak ketentuan qurban dan aqiqah dalam Islam berikut ini.

Pengertian Qurban dan Aqiqah dalam Islam

Agar dapat memahami pengertian qurban dan aqiqah, sebaiknya kita memulai pembahasan dari sistem penanggalan dalam Islam. Segala jenis peristiwa hingga waktu ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim menggunakan perhitungan kalender hijriah. 

Terdapat beberapa tanggal penting dalam kalender hijriah, salah satunya hari raya qurban yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Aqiqah, di sisi lain, merupakan bentuk ibadah yang tidak memiliki penanggalan mutlak. Dengan demikian, pengertian qurban dan aqiqah dalam Islam sejatinya sangat berbeda.

Pengertian Qurban 

Dari segi bahasa, terdapat perbedaan qurban dan aqiqah. Qurban adalah kegiatan yang berarti ‘dekat’. Istilah tersebut dimaknai sebagai pengingat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, ibadah qurban harus disertai niat tulus untuk menyedekahkan sebagian harta di jalan Islam.

Artikel Terkait

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on Mei 10, 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 5:30 am

    Sifat-sifat gelombang bunyi merupakan salah satu dari sekian materi yang termasuk dalam kelompok IPA. Bahkan, kita sudah mulai mendapatkannya sejak berada level Sekolah Dasar (SD). Pas banget, Studio Literasi menuliskan artikel ini khusus tentang sifat-sifat gelombang bunyi buat yang sedang atau akan mempelajarinya. Yuk, persiapkan dirimu dengan menambah pengetahuan ilmu tersebut dengan membacanya! Gelombang Bunyi Artikel Mari Ketahui, 9 Sifat-Sifat Gelombang Bunyi! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Pengertian Aqiqah 

Aqiqah adalah prosesi yang merujuk pada kata ‘memotong’. Sebagian ulama mengartikan istilah tersebut sebagai upacara memotong rambut anak. Beberapa ulama lain menerjemahkannya sebagai upacara memotong hewan kurban. Dengan demikian, dalam upacara aqiqah, terdapat dua prosesi, yaitu memotong rambut dan menyembelih hewan kurban.

Perbedaan Qurban dan Aqiqah

Terdapat dua kesamaan antara ketentuan qurban dan aqiqah dalam Islam, yaitu dasar hukumnya yang berupa sunnah muakad atau sangat dianjurkan serta adanya prosesi penyembelihan hewan kurban. Di luar itu, setidaknya ada 4 perkara utama yang menjadi perbedaan qurban dan aqiqah.

Tujuan Qurban dan Aqiqah

Kendati diwujudkan dalam upacara penyembelihan hewan kurban, tujuan qurban dan aqiqah jelas berbeda. Qurban merupakan peringatan atas peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS untuk menunjukkan ketakwaan kepada Allah SWT. 

Lain halnya dengan aqiqah yang merupakan ibadah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Tujuan qurban dan aqiqah juga berbeda dari subyek yang ditebus. Hewan kurban pada hari raya idul adha ditujukan untuk diri sendiri, sedangkan aqiqah biasanya ditujukan untuk anak. Apabila terlewatkan hingga dewasa, seseorang itu diperbolehkan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Dalil Aqiqah dan Qurban

Dalil atau landasan petunjuk juga menjadi salah satu perbedaan qurban dan aqiqah. Anjuran ibadah qurban disebutkan dalam Al Qur’an surat Al Kautsar ayat 2 yang berbunyi:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Sementara itu, aqiqah tidak disebutkan di dalam Al Qur’an melainkan hadits shahih dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah yang berbunyi:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى 

Artinya: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan diberi nama.” (Abu Dawud no. 2527, HR. Tirmidzi no. 2735, Ibnu Majah no. 3165. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab al-Irwa’ no. 1165).

Waktu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah dalam Islam

Perbedaan qurban dan aqiqah dapat dilihat jelas dari waktu pelaksanaannya. Idul adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah yang menandai akhir pelaksanaan ibadah haji. Meskipun demikian, umat muslim dapat menyembelih hewan dalam rentang waktu 4 hari, yaitu pada tanggal 10 – 13 Dzulhijjah. 

Sementara itu, aqiqah tidak memiliki penanggalan serentak. Upacara ini bisa dilaksanakan kapan saja selama anak telah melebihi usia 7 hari. Bahkan, tetap dapat dijalankan ketika anak sudah dewasa.

Jenis Hewan dalam Ketentuan Qurban dan Aqiqah

Perbedaan qurban dan aqiqah juga nampak pada jenis serta jumlah hewan yang dapat disembelih. Pada pelaksanaan qurban, hewan ternak yang disembelih bisa beragam, seperti sapi, unta, kerbau, domba, dan kambing. Hewan ternak besar (sapi, unta, dan kerbau) dapat diatasnamakan untuk maksimal 7 orang. Sementara itu, kurban kambing atau domba hanya dapat mewakili 1 orang.

Hewan yang dapat disembelih pada upacara aqiqah adalah kambing, domba, atau sejenisnya. Untuk mengaqiqahi anak perempuan, jumlah hewan yang disembelih adalah 1 ekor. Sementara itu, aqiqah untuk anak laki-laki perlu menyembelih sebanyak 2 ekor.

Doa Memotong Hewan Qurban dan Aqiqah

Sebagaimana dalam ulasan di atas, terdapat beberapa ketentuan qurban dan aqiqah pada pelaksanaannya. Apabila tujuan dan syaratnya telah sesuai, orang yang akan menyembelih perlu melafalkan niat dan doa supaya ibadah dapat diterima oleh Allah SWT. Bagian ini akan menjabarkan rangkaian doa memotong hewan qurban dan aqiqah.

Doa Memotong Hewan Qurban dan Aqiqah: Qurban

Sebelum memotong hewan kurban pada idul adha, penyembelih disarankan untuk membaca basmalah, shalawat nabi, dan bertakbir sebanyak 3 kali. Setelah hewan kurban dihadapkan ke kiblat, baru kemudian doa memotong qurban perlu dibaca. Berikut merupakan urutan pembacaan doa qurban:

Baca Basmalah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

Bismillâhir rahmânir rahîm

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

Baca Shalawat Nabi

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, wa alâ âli sayyidinâ Muhammad.

Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

Baca Takbir 3 Kali dan Tahmid 1 Kali

 اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ 

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.” 

Baca Doa Menyembelih

Doa menyembelih hewan pada qurban berdasarkan buku Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Al Habib Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al Alawi Al Husaini:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Doa Memotong Hewan Qurban dan Aqiqah: Aqiqah

Dalam pelaksanaan aqiqah, rambut bayi akan dipotong dan dilakukan pula penyembelihan hewan kurban (kambing atau domba). Rangkaian kegiatan ini mulai dengan pembacaan niat memotong hewan, menyebut nama Allah SWT, menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat, dan membaca shalawat nabi. Berikut merupakan doa sebelum menyembelih hewan aqiqah dan memotong rambut bayi:

Doa Memotong Hewan Aqiqah

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Bismillâhi wallâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu …

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah akikahnya … [nama bayi]”

Doa Memotong Rambut Bayi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, allâhumma sirrullâhi nûrun nubuwwati rasulullâhi shallallâhu ‘alaihi wasallam walhamdulillâhi rabbil ‘âlamin

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasulullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Setelah selesai melaksanakan aqiqah, umumnya daging akan diolah berupa masakan. Kemudian makanan tersebut akan dibagikan kepada saudara terdekat. Dan terakhir, akan ada doa serta ucapan aqiqah untuk sang bayi dari kerabat dan keluarga. 

Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada kaitan antara qurban dan aqiqah dalam Islam. Meskipun demikian, setiap umat muslim khususnya yang mampu secara materi sangat dianjurkan untuk menjalankan kedua ibadah tersebut. Apakah sudah ada rencana untuk melaksanakannya? Semoga artikel ini membantu.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Perbedaan Qurban dan Aqiqah : Pengertian, Cara, dan Doa Lengkap

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]

    Trending

    Antropologi ragawi menggunakan sudut pandang ilmunya dari aspek fisik dan biokultural manusia. Aspek-aspek tersebut juga meliputi biologi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Dalam antropologi ragawi, pertama, manusia adalah organisme biologis, kemudian terlahir sebagai makhluk sosial. Yuk, kita pelajari lebih lengkap dalam ulasan berikut ini. Apa Itu Antropologi Ragawi? Antropologi ragawi fokus untuk mempelajari manusia serta primata […]
    Di sekolah, teman-teman tentu wajib mengenal sekaligus menguasai berbagai aplikasi penunjang dalam proses pembelajaran, seperti di antaranya Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Berbagai program tersebut yang dinamakan aplikasi office atau aplikasi perkantoran. Sekarang, coba kita pelajari lebih lanjut, ya. Apa Itu Aplikasi Perkantoran? Aplikasi office atau aplikasi perkantoran adalah berbagai aplikasi yang fungsinya memudahkan pekerjaan […]
    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]