1. Uncategorized

Sifat Koligatif Larutan: Pengertian, Sifat & Penerapannya

Belajar kimia tentu saja identik dengan percobaan kimia baik itu percobaan kimia metode kuantitatif maupun kualitatif. Percobaan metode kuantitatif tentunya harus menggunakan larutan kimia untuk mendapatkan reaksi tertentu. Namun tahukah kalian jika larutan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda lho antara satu dengan yang lain? Nah, ciri-cirinya tersebut akan dibahas di artikel sifat koligatif larutan berikut ini!

Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Pengertian Sifat Koligatif Larutan
Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Secara harfiah, kata koligatif berasal dari Bahasa Latin yaitu “colligare” yang berarti berkumpul bersama. Sifat ini sangat bergantung pada interaksi partikel zat tersebut. Dengan kata lain, sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut atau solute. 

Jadi, semakin besar zat terlarut (solute) oleh zat pelarut (solvent) maka semakin besar sifat koligatif larutannya. Kalian masih bingung ya? Coba simak analogi sederhana ini. Misal nih, kalian melakukan eksperimen sederhana seperti membuat larutan elektrolit. Kalian menyiapkan beberapa bahan seperti garam dan air. Kalian siapkan dua gelas yang berbeda. Dua gelas yang berbeda ini kalian isi dengan jumlah garam yang berbeda.

Gelas pertama kalian isi dengan dua sendok teh garam, sedangkan gelas kedua kalian isi dengan empat sendok teh garam. Garam di kedua gelas tersebut kalian larutkan dengan 600 liter air. Dari kedua hal tersebut, maka akan terjadi peristiwa pencampuran homogen dengan tingkat kejenuhan yang berbeda. Gelas pertama memiliki sifat koligatif larutan lebih besar dari pada gelas kedua.

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Dengan kata lain, sifat koligatif larutan hanya memandang jumlah kuantitas bukan kualitas. Nah, sehingga sifat-sifat kimia seperti rasa, pH, kekentalan (viskositas) tidak termasuk sifat koligatif larutan 

Baca Juga: Larutan Penyangga: Pengertian, Rumus, & Contoh Soalnya

Sifat-Sifat Koligatif Larutan

Sifat-Sifat Koligatif Larutan
Sifat-Sifat Koligatif Larutan

Selanjutnya, sifat-sifat koligatif larutan itu terbagi menjadi empat macam, antara lain penurunan tekanan uap (ΔP), penurunan titik beku (ΔTf), kenaikan titik didih (ΔTb) dan tekanan osmotik (π). 

Penurunan Tekanan Uap (ΔP)

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tekanan uap. Alangkah lebih baik, kita mengetahui arti dari penguapan. Penguapan adalah proses lepasnya partikel cairan ke udara dan berubah fase menjadi uap.

Sementara itu, tekanan uap merupakan sebuah aktivitas dari molekul cairan untuk melepaskan diri dari cairan tersebut untuk berubah menjadi uap. Nah, biasanya kalian bisa melihatnya uap-uap air di atas permukaan air yang dipanaskan. Semakin lemah gaya tarik menarik antar partikel maka semakin mudah terbentuknya uap dari cairan. Perubahan cairan menjadi uap terjadi pada permukaan air. 

Perlu diingat, jika zat terlarut tersebut memiliki sifat sukar menguap maka  zat pelarutnya akan menguap sebagian pada suhu-suhu tertentu. Hal ini terjadi karena zat terlarut menghalangi zat pelarut untuk menguap. Sehingga, tekanan uap jenuhnya lebih kecil. Nah, terus bagaimana bisa terjadi penurunan tekanan uap? Penurunan tekanan uap dapat diketahui ketika terdapat selisih antara tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan. 

Sehingga rumusnya tertulis seperti berikut.

ΔP = Xt x Pᵒ

Penurunan Titik Beku (ΔTf)

Selanjutnya ada titik beku. Titik beku adalah kondisi dimana air mulai membeku. Titik beku terjadi ketika suatu zat dapat membeku pada tekanan 1 atm atau dalam keadaan normal. 

Apabila suatu zat terlarut (solute) ditambahkan dengan pelarut murni maka titik beku pelarut murni akan mengalami degradasi. Pelarut murni tentunya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. Oleh sebab itu, mereka akan mengalami penurunan kemurnian ketika ditambahkan dengan zat apapun.

Jadi, penurunan titik beku (ΔTf) adalah hasil selisih penurunan titik beku pelarut (Tfo) dengan titik beku larutan (Tf). Berikut adalah rumus penurunan titik beku (ΔTf).

ΔTf = Tf° – Tf

Kenaikan Titik Didih (ΔTb)

Titik didih merupakan titik dimana kondisi mulai mendidih. Ia terjadi karena tekanan uap larutan dengan tekanan udara yang berada di luar adalah sama. Secara umum, air mulai mendidih pada suhu 100°C. 

Titik didih air di daerah pegunungan memiliki besaran yang berbeda dengan dataran rendah, sehingga menyebabkan air mendidih lebih cepat dari biasanya.Tekanan udara di pegunungan lebih rendah dari dataran rendah, maka semakin rendah pula titik didihnya. Lantas, mengapa bisa terjadi kenaikan titik didih? Karena ada penurunan tekanan uap larutan oleh keberadaan zat terlarut, maka membutuhkan kenaikan suhu untuk menaikkan tekanan uap larutan hingga sama dengan tekanan udara luar.

Sehingga, rumusnya dapat dituliskan seperti berikut:

ΔTb = Tb – Tb°

Tekanan Osmotik (π)

Sifat koligatif larutan selanjutnya adalah tekanan osmotik. Tekanan osmosis merupakan sebuah proses perpindahan molekul pelarut (soluen) murni ke suatu larutan melalui selaput semipermeabel dalam selaput membran. 

Peristiwa osmosis ini berlangsung hingga reaksi mencapai suatu kesetimbangan. Hal ini ditandai dengan berhentinya perubahan yang terjadi pada volume larutan.  Selanjutnya perbedaan volume dua larutan pada kesetimbangan itulah akan menghasilkan sebuah tekanan yang disebut tekanan osmosis. 

Secara sistematis, rumus tekanan osmotik adalah,

PV = nRT atau πV = nRT

Baca Juga: Titrasi Asam Basa: Pengertian, Prosedur & Perhitungan

Penerapan Sifat Koligatif Larutan

Sifat koligatif larutan bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut:

Penurunan Tekanan Uap Pelarut

  1. Benzena murni yang merupakan hasil pemisahan campuran menggunakan destilasi bertingkat, menggunakan prinsip-prinsip perbedaan tekanan antara solvent dan solute.
  2. Pembuatan kolam apung. Kolam apung mempunyai kadar garam yang tinggi sehingga kita bisa mengapung dan tidak tenggelam. Hal ini terjadi karena adanya tekanan uap pelarut menurun karena konsentrasi kadar garam yang tinggi. 

Kenaikan Titik Didih Larutan

  1. Selanjutnya adalah distilasi. Destilasi merupakan proses pemisahan senyawa dengan cara pendidihan. Larutan yang familiar untuk pemisahan ini seperti alkohol dan air. Alkohol dan air yang bercampur menjadi satu bisa terpisah secara sifat maupun fisik dengan menggunakan prinsip perbedaan titik didih. 
  2. Menambahkan garam ke dalam masakan setelah air mendidih bisa membuat proses pemasakan lebih cepat. 

Penurunan Titik Beku

  1. Penerapan titik beku dalam kehidupan sehari-hari seperti cairan pendingin. Membuat campuran pendingin pada es putar. Cairan pendingin ini dibuat dengan menggunakan garam dan kepingan es batu. Setelah itu, es batu akan berubah menjadi cair. Lalu, campuran bahan pembuat es putar tersebut dimasukkan ke dalam bejana. Terakhir masuk ke dalam cairan pendingin, aduk rata sampai ia membeku.
  2. Pencairan salju di jalan raya adalah contoh dari penurunan titik beku. Salju yang membeku dengan derajat tertentu akan kembali menjadi air serta suhu akan naik ketika ditambahkan dengan NaCl. Semakin tinggi garam, maka suhu akan semakin naik dan es banyak yang menjadi cair. 

Tekanan Osmosis

  1. Pemasangan infus adalah contoh sederhana penerapan tekanan osmosis. Larutan infus yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah harus bersifat isotonik supaya tidak terjadi peristiwa osmosis. Jika sampai mengalami tekanan osmosis maka sel darah merah akan mengalami kerusakan. 
  2. Membasmi lintah adalah salah satu contoh peristiwa osmosis, Dengan menaburkan sejumlah NaCl ke permukaan tubuh maka tubuh hewan tersebut akan mati. Membasmi Lintah dan Keong Mas dengan menaburkan sejumlah garam dapur (NaCl) ke permukaan tubuh hewan lunak tersebut.
  3. Pengawetan makanan menggunakan garam dapur dapat membunuh mikroba penyebab makanan busuk, yang berada di permukaan makanan, sehingga makanan akan tetap awet.
  4. Penyerapan air oleh akar tanaman dari dalam tanah adalah melalui proses osmosis.

Kesimpulan

Sifat koligatif larutan merupakan sifat yang dimiliki sebuah larutan berdasarkan interaksi zat partikel tersebut. Sifat-sifatnya terbagi menjadi empat yakni penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, serta tekanan osmotik. 

Selanjutnya, penerapan sifat koligatif larutan bisa kalian amati di kehidupan sehari-hari, seperti proses memasak air, pencairan salju atau sesederhana membasmi lintah menggunakan NaCl yang merupakan contoh dari peristiwa tekanan osmotik.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sifat Koligatif Larutan: Pengertian, Sifat & Penerapannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]