1. Kelas 11 PAI

Mengenal Sifat Sifat Rasulullah: Wajib, Mustahil, & Jaiz

Kawan Literasi, tahukah kamu bahwa Rasulullah memiliki 4 sifat wajib yang ada pada diri beliau, dan 4 sifat mustahil yang tidak tidak ada pada diri beliau, serta sifat jaiznya? Sebagai umat muslim yang taat dan menekuni iman islam, kita perlu mengetahui sifat Rasulullah.

Di materi pembahasan kali ini, Studio Literasi akan mengajak teman-teman untuk mengenal sifat Rasulullah yang wajib, mustahil dan jaiz. Apa saja kira-kira? Yuk, kita bahas materi sifat-sifat Rasulullah berikut ini.

Sifat Sifat Rasulullah SAW

Beriman kepada Rasul merupakan rukun iman yang keempat. Dengan mempercayai adanya Rasul, berarti kita juga meyakini bahwa Rasul adalah utusan Allah swt yang akan membimbing umatnya ke jalan yang benar. Selain kita harus meyakini bahwa Rasul adalah utusan Allah swt, kita juga harus meyakini bahwa Rasul memiliki 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil dan sifat jaiz.

Rasul memiliki 4 sifat wajib yang melekat pada dirinya. Sementara 4 sifat mustahil adalah sifat yang bertolak belakang dengan sifat wajib Rasul, dan sifat jaiz adalah sifat Rasul sebagai seorang manusia. 

Artikel Terkait

[feedzy-rss feeds='https://museumnusantara.com/feed/,https://studioliterasi.com/feed/' max='4' multiple_meta='yes' template='default']

1. 4 Sifat Rasulullah yang Wajib

4 Sifat Wajib Rasulullah (Sumber: iStock)

Rasul memiliki 4 sifat wajib yang ada pada dirinya. Berikut ini 4 sifat Rasulullah yang patut diteladani. 

As-Siddiq

Sifat Rasulullah yang pertama adalah As-Siddiq yang artinya benar atau jujur. Hal ini berarti semua Rasul Allah swt selalu mengatakan hal yang benar dan jujur serta tidak pernah mengucapkan kebohongan. Sifat As-Siddiq dalam diri Rasulullah ini telah ditulis dalam al-Quran surat Maryam: 41 yang berbunyi:

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِبْرَٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.”

Al-Amanah

Sifat Rasulullah kedua adalah sifat Al-Amanah. Al-Amanah berarti Rasul dapat dipercaya, mulai dari perkataannya, hingga perbuatannya. Sifat Al-Amanah yang dimiliki Rasul telah ditulis dalam al-Quran surat Asy-Syuara:106-107, yang berbunyi:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ  إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Artinya: “Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa?’ Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.

At-Tabligh

Sifat Rasulullah yang ketiga adalah At-Tabligh yang memiliki arti menyampaikan wahyu Allah swt. Baginda Rasul memiliki sifat untuk menyampaikan seluruh wahyu yang diberikan oleh Allah swt kepada semua umatnya. Beliau tidak akan menutupi sedikit pun wahyu dari Allah. Sifat At-Tabligh ditulis dalam al-Quran surat Al-Maidah:67, yang berbunyi:

يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوۡلُ بَلِّغۡ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ مِنۡ رَّبِّكَ‌ ؕ وَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسٰلَـتَهٗ‌ ؕ وَاللّٰهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ النَّاسِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡـكٰفِرِيۡنَ

Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”

Al-Fathonah

Sifat Rasulullah yang terakhir adalah Al-Fathonah yang berarti Rasul memiliki sifat yang cerdas. Sifat ini diberikan kepada Rasul untuk mengajak mereka yang saat itu masih enggan berada di jalan Allah swt. Melalui kecerdasan ini juga Rasulullah dapat mengembangkan strategi dan kemampuan khusus agar dapat diterima oleh kaumnya. Sifat Al-Fathonah ini telah ditulis dalam al-Quran surat Al-An’am:83, yang berbunyi:

عَلِيمٌوَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ

Artinya: Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.”

2. 4 Sifat Rasulullah yang Mustahil

4 Sifat Mustahil Rasulullah (Sumber: Stock Adobe)

Tak hanya sifat wajib, Rasul juga memiliki 4 sifat mustahil yang tidak dimiliki. Sifat mustahil ini berlawanan dengan sifat wajib yang dimiliki Rasul. Berikut ini 4 sifat mustahil Rasul yang perlu teman-teman ketahui. 

Al-Kizzib

Sifat mustahil yang pertama adalah Al-Kizzib. Al-Kizzib berarti bohong atau dusta, sifat ini sangat bertolak belakang dengan sifat wajib Rasul sebagai As-Siddiq. Dengan adanya sifat Al-Kizzib ini, sangat mustahil dan tidak mungkin bahwa seorang Rasul mengatakan kebohongan. Sifat Al-Kizzib telah dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Najm:2-4, yang tertulis bahwa:

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ . وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

Artinya: “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu (al-Qur’ān) menurut keinginannya tidak lain (al-Qur’an) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Al-Khianah

Sifat Rasulullah saw yang mustahil selanjutnya adalah Al-Khianah, atau Al-Khianat yang artinya berkhianat. Hal ini menunjukkan bahwa mustahil apabila seorang Rasul berkhianat kepada Allah swt dan umatnya. Beliau akan menyampaikan dan melaksanakan wahyu yang telah diamanatkan oleh Allah swt. Sifat mustahil Al-Khianat telah ditulis dalam al-Quran surat Al-An’am:106, yang berbunyi:

اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya: “Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”

Al-Kitman

Sifat mustahil Rasul yang ketiga adalah Al-Kitman, yang berarti menyembunyikan. Sifat tersebut tidak dimiliki oleh Baginda Rasul karena tidak mungkin Rasul menyembunyikan amanat yang telah disampaikan Allah swt kepada para umatnya. Sifat Al-Kitman telah ditulis dalam al-Quran surat Al-An’am ayat 50 yang berbunyi:

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).”

Al-Baladah

Sifat mustahil Rasul yang terakhir adalah Al-Baladah. Sifat ini adalah keterbalikan dari sifat Al-Fathonah, yang berarti bodoh. Tidak mungkin Rasulullah memiliki sifat bodoh, hal ini dibuktikan dengan kepandaian Rasul dalam berdakwah dan menyampaikan wahyu Allah swt kepada umat manusia. 

3. Sifat Jaiz Rasulullah

Selanjutnya adalah sifat jaiz Rasulullah. Sifat jaiz ini berarti adalah sifat kemanusiaan yang dimiliki Rasul. Karena bagaimanapun, Rasul juga menjalankan aktivitasnya seperti manusia biasa. Rasul memiliki sifat jaiz, yang disebut aradul basyariyah, yang berarti bahwa Rasul memiliki sifat yang sama dengan manusia lainnya, seperti makan, tidur dan buang air.  

Meneladani Sifat Rasulullah SAW

Dari keempat sifat Rasulullah, kita dapat meneladani dan mengamalkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Seperti sifat Siddiq yang berarti kita harus mengatakan hal yang jujur kepada orang lain. Kemudian sifat Amanah atau dapat dipercaya, apabila kita selalu berlaku jujur, maka sifat amanah akan turut menyertai kita. 

Lalu ada sifat Tabligh yang berarti menyampaikan. Dalam hal ini kita dapat mengamalkannya dengan membagikan ilmu yang kita punya kepada orang lain. Sifat terakhir yang dapat kita teladani adalah Fathonah atau cerdas. Kecerdasan yang patut kita teladani tidak hanya berupa kecerdasan akademik, namun juga bisa dari berbagai bidang. 

Baca juga: Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam Yang Patut Diteladani

Nah, itu tadi sifat-sifat Rasulullah, mulai dari sifat wajib, mustahil dan jaiz. Sifat wajib apa yang telah teman-teman teladani dari Rasulullah? Dengan mempercayai bahwa Rasul memiliki 4 sifat wajib, berarti kita telah menjalani salah satu rukun iman. Jangan sampai ketinggalan update materi terbaru di laman Studio Literasi. 

Tidak ada komentar
Komentar untuk: Mengenal Sifat Sifat Rasulullah: Wajib, Mustahil, & Jaiz

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERBARU

Dalam akuntansi pencatatan transaksi dapat menggunakan dua jenis jurnal yakni jurnal khusus dan jurnal umum. Kali ini Studio Literasi akan membahas secara rinci mengenai perbedaan jurnal khusus dan umum lengkap dengan jenis jurnalnya. Penasaran? Yuk kita bahas bersama.  Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Ketika Kawan Literasi akan melakukan pencatatan yang dilengkapi dengan bukti transaksi […]

Trending

Ketika Kawan Literasi menyatakan rasa setuju dan tidak setuju maka dalam hal ini di bahasa inggris merupakan ekspresi dari agreement dan disagreement. Hal ini merupakan sesuatu yang lumrah kita temui dalam kehidupan sehari. Kawan Literasi penasaran dengan bagaimana cara penggunaannya? Berikut pembahasannya secara lengkap di studio Literasi.  Pengertian Agreement and Disagreement Expression of agreement adalah […]
Salah satu proses seleksi mendapatkan beasiswa adalah membuat essay yang baik dan benar. Biasanya isi essay akan mencakup isu dan bagaimana penulis menyampaikan argumennya melalui dua sisi. Bagi Kawan Literasi yang penasaran bagaimana contoh essay beasiswa yang baik, berikut penjelasan lengkapnya di Studio Literasi.  Apa itu Esai? Sebelum kita masuk ke contoh essay beasiswa yang […]
Beasiswa merupakan bantuan dana yang pada saat ini telah membantu berbagai siswa dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Ada berbagai program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk memberikan bantuan dana untuk menutupi biaya studi, akomodasi, dan uang saku. Berikut penjelasan lengkapnya tentang beasiswa di Studio Literasi.  Pengertian Beasiswa Menurut KBBI, beasiswa adalah bantuan […]
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah pasti menginginkan negaranya utuh dan memiliki rasa persatuan yang kuat. Integrasi nasional berpengaruh dalam pembangunan dan kemakmuran suatu bangsa. Berikut ini Studio Literasi rangkum mengenai integrasi nasional dan faktor-faktor pembentuk integrasi nasional secara lengkap yang bisa Kawan Literasi simak.  Apa itu Integrasi Nasional? Dikutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), […]