1. Uncategorized

Mengenal Sistem Saraf, Anatomi Beserta Gangguannya

Kawan literasi, apa sih reaksi kalian ketika menonton film hantu atau misteri? Mungkin beberapa dari kalian ada yang merasa takut, deg-degan, atau sesederhana bulu kuduk ikut merinding. Nah, hal ini wajar lho, guys! Itu tandanya kalian masih mempunyai reaksi normal terhadap suatu peristiwa. Dengan kata lain, sistem saraf kalian masih bisa merespon kejadian apapun dengan baik. 

Salah satu sistem tubuh manusia yang tak kalah penting adalah sistem yang mengelola aktivitas dan kontrol gerak adalah sistem saraf. Yuk, kupas satu per satu penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Sistem Saraf?

Apa Itu Sistem Saraf
Mengenal Sistem Saraf

Melansir hellosehat, sistem saraf merupakan salah satu sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi pergerakan tubuh. Kehadiran sistem ini juga tidak kalah penting dengan sistem organ lain. Kegiatan kita seperti berjalan, bernafas, berpikir, dan melakukan aktivitas tertentu tidak akan lancar jika tidak ada sistem tersebut.

Sistem saraf bekerja sama dengan hormon untuk memelihara fisiologi tubuh. Saraf dalam tubuh kita menerima banyak rangsangan sehingga kita bisa menyesuaikan respon apa yang sesuai untuk tubuh. Berdasarkan cara kerja nya sistem kerja saraf terbagi menjadi dua yaitu saraf pusat dan saraf tepi. 

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Sistem saraf pada umumnya terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, organ-organ sensorik, seperti mata, telinga, kulit, dan sebagainya). Contoh sederhananya saja ketika kalian membaca artikel ini, otot mata kalian bergerak dan aktif kemudian informasi-informasi yang diperoleh akan dikirim menuju otak. Aktivitas ini juga melibatkan sistem saraf lho, kawan literasi. 

Anatomi dan Bagian Sistem Saraf

Nah, setelah memahami pengertian sistem saraf. Kita akan belajar memahami bagian-bagian dari saraf pusat dan tepi serta bagaimana ia bekerja pada tubuh kita. Tetap simak penjelasan berikut!

Sistem Saraf Pusat

Sesuai dengan namanya, sistem ini mempunyai fungsi untuk menerima segala bentuk informasi dari semua area tubuh serta mengkoordinasikannya untuk menghasilkan respon-respon yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Sistem ini terbagi menjadi tiga bagian antara lain otak, sel neuron serta sumsum tulang belakang. 

Saraf Otak

Anatomi Otak Manusia
Bagian Anatomi Otak Manusia

Sistem saraf yang berada di organ tubuh bernama otak.Organ ini adalah organ vital yang bekerja secara kompleks mulai dari pergerakan tubuh secara motorik, kecerdasan, ingatan, kontrol diri dan lain-lain.  Kemampuan regulasi emosi beserta kecerdasan yang telah disebutkan sebelumnya diatur oleh berbagai bagian-bagian otak

Mereka antara lain seperti otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), batang otak (brainstem), dan lain-lain. Untuk menjaga kinerja otak supaya tetap aman, terdapat tengkorak dan selaput otak yang berguna untuk melindungi organ yang ada di dalamnya yaitu otak. 

Jika kalian tahu, rata-rata pada manusia dewasa, secara fisik berat otak kurang lebih 1500 gram atau 1,5 kg yang mengandung banyak sel neuron yang saling terhubung. 

Otak Besar (Cerebrum)

Pada manusia, cerebrum terbagi menjadi dua komponen besar yaitu otak kanan dan otak kiri. Ternyata kedua otak tersebut mengatur pergerakan tubuh yang berlawanan, lho. Otak kanan mengatur pergerakan tubuh di sisi kiri, sementara otak kiri mengatur pergerakan tubuh di sisi kanan. 

Selanjutnya, otak besar terlindungi oleh lapisan permukaan luar bernama cerebral cortex. Bagian ini bernama sinaps yang berfungsi mengendalikan aktivitas otak. Di dalam cerebrum, terdapat jutaan sel saraf alias mielin yang berperan dalam memberikan informasi antara otak dan saraf tulang belakang. 

Otak besar ini kemudian terbagi lagi menjadi empat bagian dengan fungsi yang berbeda-beda, yakni

Lobus frontal

Pada bagian ini ia berperan penting dalam pengendalian gerakan, upacan, perilaku, kepribadian dan emosi. Lobus frontal berkutat penuh pada fungsi kecerdasan manusia seperti problem solving, logika, dan pengambilan keputusan. 

Lobus oksipital

Sesuai dengan letaknya, ia berada di bagian belakang tepatnya dengan dengan tulang belakang. Ia bertugas untuk mengendalikan penglihatan berupa kemampuan membedakan warna dan pergerakan. 

Lobus parietal

Bagian cerebrum selanjutnya adalah lobus parietal. Ia berfungsi mengatur kecerdasan spasial yang berhubungan dengan ukuran, bentuk, dan arah. Letaknya tepat di belakang lobus frontal. Tak hanya itu, bagian ini sangat handal dalam mengendalikan sensasi seperti suhu, tekanan, sentuhan, dan lain-lain.

Lobus temporal

Lobus ini bertugas untuk mengendalikan ingatan jangka pendek maupun panjang, indra pendengaran dan juga kemampuan berbicara. Ia memproses visual dan suara yang ia terima dari koneksi sel-sel saraf. Tak hanya itu, lobus temporal memiliki amigdala yang berperan khusus terdapat rekaman emosi. 

Baca Juga: Sistem Rangka Manusia – Macam Tulang dan Fungsinya

Batang Otak (Brain Stem)
Batang Otak
Batang Otak Terletak Di Bagian Bawah

Bagian ini turut membantu keberhasilan suatu informasi yang akan diproses oleh otak. Batang otak atau brain stem mampu mengoneksikan cerebrum ke saraf tulang belakang, mengirim serta menerima pesan dari berbagai bagian tubuh. 

Batang otak terdiri dari tiga struktur, antara lain otak tengah, pons, dan medulla oblongata. Otak tengah berfungsi untuk gerakan mata, pendengaran, dan emosi wajah.Kemudian pons, terletak antara otak tengah dan medulla oblongata yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh dan mengatur pernafasan. 

Terakhir adalah medulla oblongata, bagian ini berperan sebagai pusat pengaturan aktivitas tubuh meliputi mengalirkan darah, menyalurkan oksigen serta menelan.

Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil bertanggung jawab dalam mengendalikan keseimbangan, gerakan, mengatur posisi, serta motorik halus seperti menulis, melukis, dan memainkan instrumen musik. 

Baca Juga: Sistem Peredaran Darah Manusia

Sel-Sel Saraf (Neuron)

Neuron
Neuron Terdiri dari Dendrit, Badan Sel dan Akson

Sistem saraf pusat selanjutnya adalah adalah neuron. Neuron alias sel saraf mempunyai bagian-bagian yang kompleks di mana saling terhubung satu sama lain. Secara umum , bagian neuron terdiri dari dendrit, badan sel (cell body) serta akson. 

Dendrit berbentuk seperti jaring-jaring, ia merupakan organ yang terbentuk akibat adanya perpanjangan badan sel. Ia berfungsi menerima rangsangan atau sinyal. Ia juga berfungsi untuk menghantarkan rangsangan kepada badan sel.

Selanjutnya, ada badan sel. Organel ini memiliki satu nukleus dan sitoplasma di sekelilingnya.  Ia adalah tempat dimana impuls atau rangsangan diterima oleh ujung saraf. Badan sel atau ganglia banyak berada pada sistem saraf pusat. 

Terakhir, adalah akson. Berbentuk kerucut pada badan sel. Setiap sel hanya mempunyai satu sel akson yang diselubungi oleh mielin. Kegunaannya adalah sebagai pengantar informasi dari badan sel. 

Sumsum Tulang Belakang

Bagian sistem saraf pusat selanjutnya adalah lanjutan dari medula oblongata. Panjang sumsum tulang belakang antara 42 cm sampai 43 cm. Lapisan bernama meninges ini akan melindungi setiap rongga belakang. 

Saraf Tepi

Sistem saraf tepi adalah kumpulan saraf lanjutan dari otak. Saraf inj terletak pada area terluar tubuh. Ia bertanggung jawab dalam membawa impuls atau menghubungkan respon dari reseptor ke otak dan sebaliknya. 

Secara makroskopis, terdapat beberapa saraf berbentuk lebih besar sehingga dapat terlihat oleh mata telanjang. Sistem ini terbagi menjadi dua yaitu sistem saraf otonom dan somatik. 

Sistem Saraf Otonom

Sesuai dengan namanya “otonom” adalah mengatur kegiatannya sendiri. Tak semua saraf bekerja secara sadar, seperti bernafas, atau mengalirkan darah. Saraf ini bekerja pada otot-otot polos yang ada di organ tubuh kita. 

Sistem  ini terdiferensiasi menjadi dua, yaitu sistem simpatik dan parasimpatik. Sistem simpatik berorientasi penuh dalam mengatur respon perlawanan yang dari dalam tubuh ketika ada ancaman dari luar. Contohnya seperti denyut jantung berdetak cepat, mengeluarkan keringat dingin ketika ketakutan.

Selanjutnya adalah sistem parasimpatik. Ia bertugas menjaga kestabilan diri. Jadi, setelah ancaman selesai, ia akan mengembalikan detak jantung seperti biasa. 

Sistem Saraf Somatik

Fungsi dari saraf somatik yaitu mengambil informasi berupa sensasi atau sensorik melalui panca indera. Informasi tersebut berubah menjadi impuls dan dibawa ke sistem saraf pusat. Saraf somatik juga mempunyai serabut saraf motor yang bertugas membawa pesan atau informasi untuk menggerakan tubuh. 

Contoh sederhananya adalah ketika kalian memegang es batu. Sementara itu, rasa dingin dari es batu akan ditangkap oleh ujung-ujung saraf, saraf somatik akan membawa informasi ini ke otak bahwa  tangan mendapat ancaman berupa rasa dingin. Lalu, otak akan memerintahkan otot-otot tangan untuk segera melepaskan atau membuang es batu tersebut. 

Gangguan Sistem Saraf pada Manusia

Selanjutnya adalah kita mengenali gangguan sistem saraf pada manusia.

Vertigo

Vertigo
Vertigo Memberikan Sensasi Kepala Berputar

Penyakit pertama sistem saraf pertama adalah vertigo.Penyakit ini lumayan familiar di kalangan masyarakat. Penyintas akan mengalami pusing yang hebat atau sensasi di lingkungannya berputar. Mereka kerap mengalami kehilangan keseimbangan, tak jarang penyakit ini ditandai dengan gejala mual atau muntah karena merasa tidak nyaman. 

Alzheimer

Penyakit tersebut menyerang kemampuan mengingat atau memori pada seseorang. Ketika seseorang mengidap alzheimer, ia akan kehilangan kemampuan untuk menalar, menggunakan persepsi, hingga berbahasa. Gangguan otak ini berpeluang membuat penyintas mengalami disorientasi perilaku.  

Meningitis

Meningitis
Meningitis Penyakit Yang Disebabkan Virus atau Bakteri

Penyakit ini cukup populer dalam lingkup masyarakat. Tapi tahukah kalian jika penyakit ini adalah infeksi serius yang disebabkan virus atau bakteri. Meninges atau selaput otak dalam keadaan normal mengandung kolagen dan fibril akan melapisi otak dan sumsum tulang belakang. 

Namun, jika dalam kondisi abnormal, ia akan menghalangi cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai bantalan pelindung otak dan tulang belakang saat terjadi benturan. Sementara itu, berbicara mengenai penyakit, berpotensi meregang nyawa.  

Sehingga penderita perlu mendapatkan layanan medis secara intensif. Nah, biasanya pemberian antibiotik dengan dosis tertentu efektif dalam proses kesembuhan pasien. 

Tumor Otak

Penyakit tumor adalah gumpalan atau jaringan abnormal yang tumbuh di area tubuh tertentu. Tumor otak merupakan jaringan abnormal yang mampu mengganggu fungsi normal pada otak. Jika dibiarkan tumor akan tumbuh secara masif dan berpeluang menjadi kanker otak. 

Gejala umum adalah sakit kepala yang berpindah-pindah dengan frekuensi sering, sering berkeringat di malam hari, rasa lelah yang ekstrim, dan hilangnya nafsu makan. 

Bell’s Palsy

Bell's Palsy
Bell’s Palsy Menyebabkan Kelumpuhan Otot Wajah Sebagian

Penyakit ini menyerang sebagian otot wajah sehingga mengalami kelemahan. Otot wajah tersebut menjadi abnormal karena saraf pada area wajah tersebut mengalami peradangan. Peradangan menyebabkan saraf tersebut terhimpit sehingga tidak bekerja seperti semestinya. Penyakit ini tidak berbahaya dan dapat dapat menghilang dengan cara pemberian terapi yang intensif.

Parkinson

Penyebab utama penyakit tersebut adalah kerusakan sel saraf pada area substantia nigra di otak. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon dopamine dalam tubuh berkurang, sehingga saraf tidak mampu mengontrol gerakan serta keseimbangan tubuh. 

Penyakit parkinson tidaklah fatal, namun komplikasi yang disebabkan oleh penyakit tersebut dapat mengganggu aktivitas penderita selama hidup. Pasalnya, penyakit ini bersifat menahun dan perlu adanya perawatan intensif.

Epilepsi

Penyakit ini ditandai dengan kejang berulang pada seluruh atau sebagian tubuh. Epilepsi terjadi karena adanya gangguan sel otak akibat aktivitas kelistrikan yang abnormal pada otak. Penderita bisa mengalaminya karena terpicu oleh kondisi psikologis. Penyakit ini menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kejang dan kehilangan kesadaran.  

Kesimpulan

Sistem saraf merupakan salah satu sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi pergerakan tubuh. Berdasarkan sistem kerjanya ia terbagi menjadi dua jenis yaitu sistem saraf otonom dan somatik.

Gejala-gejala penyakitnya  harus perlu diwaspadai supaya tidak berpotensi menjadi penyakit yang lebih serius. Nah, bagaimana sudah paham tentang sistem saraf dan gangguan yang timbul?  

Oke, sampai jumpa dan semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Sistem Saraf, Anatomi Beserta Gangguannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]