1. Uncategorized

Mengenal Stoikiometri, Hukum dan Konsep Dasar Perhitungan Kimia

Saat pertama kali memasuki kelas 10, pelajar pertama kimia dasar salah satunya adalah mengenal berbagai pengukuran elemen dalam reaksi kimia yakni stoikiometri. Tenang saja guys, bagi kalian yang baru pertama kali belajar kimia tidak usah takut karena pelajarannya susah atau apalah. Kabar baiknya, materi ini cukup mudah untuk dimengerti. 

Yuk, tunggu apalagi. Simak ulasan di bawah ini ya, kawan literasi!

Materi Kimia Stoikiometri

Pengertian-Stoikiometri
Pengertian Stoikiometri

Kata stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yakni “stoicheion” berarti unsur dan “metron” yang memiliki arti pengukuran. Jadi, stoikiometri merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk) dalam suatu reaksi kimia. 

Reaktan di sini adalah larutan senyawa yang bereaksi dalam reaksi kimia, sedangkan produk merupakan hasil dari proses reaksi reaktan atau senyawa yang dihasilkan olehnya. Pengukuran ini juga diartikan sebagai pengukuran dasar untuk mengetahui nilai konsentrasi dari suatu senyawa yang terlibat dari sebuah reaksi. 

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Hukum Dasar Kimia Stoikiometri

Terdapat beberapa dasar hukum stoikiometri, antara lain

Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier)

Hukum pertama ini dapat terjadi dalam sistem tertutup adalah konstan. Massa dapat berubah bentuk setelah mengalami proses kimiawi. Namun massa reaktan harus sama dengan hasil reaksi atau produk. Contohnya adalah peristiwa pembakaran kayu akan melepaskan panas dan menyisakan abu. Senyawa sebelum dan sesudah pembakaran mempunyai massa yang sama. Contoh lainnya adalah pembentukan air dari atom hidrogen dan air. 

Hukum Avogadro

Prinsip avogadro menyatakan jika volume gas dapat terukur pada kondisi sama dengan tekanan dengan suhu yang sama akan mempunyai jumlah partikel yang sama. Selanjutnya penggunaan konsep hukum ini menghubungkan antara volume, jumlah partikel dan jumlah mol gas dalam perhitungan stoikiometri. 

Hukum Perbandingan Tetap

Seseorang berkebangsaan Prancis bernama Joseph L. Proust menyatakan teori hukum perbandingan tetap atau hukum Proust. Beliau mencetuskan pada tahun 1799, bahwa senyawa mengandung elemen-elemen dengan proporsi tetap.

Pada masa itu, beberapa ahli masih merasa ragu terhadap hukum Proust, namun akhirnya John Dalton menyetujui dan memasukkan teori ini dalam teori atom miliknya sendiri. Hukum perbandingan tetap berbunyi “perbandingan massa dari unsur-unsur pembentuk atau penyusun suatu senyawa itu selalu bernilai tetap”. 

Hukum Perbandingan Berganda

Pengukuran stoikiometri selanjutnya adalah mengenal hukum perbandingan berganda. Pencetus hukum ini adalah seorang berkebangsan Inggris bernama John Dalton. Tak salah lagi adalah seorang kimiawan terkemuka tentang teori atom. Hukum perbandingan berganda ini sering disebut dengan hukum Dalton. Ia menyatakan bahwa apabila dua unsur membentuk dua atau lebih senyawa, maka perbandingan berat salah satu unsur yang bereaksi selalu mempunyai perbedaan berganda.

Sebagai contohnya adalah atom karbon (C) bereaksi dengan oksigen (O), reaktan tersebut akan membentuk karbondioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). Jika dilihat dalam tabel periodik unsur kimia, karbon pada CO dalam satu gram bernilai 1,33 gram, namun jika pada senyawa CO2 makan akan bernilai 2,67 gram. 

Hukum Gay Lussac

Pertama kali diciptakan oleh ilmuwan berkebangsaan Perancis bernama Joseph Louis Gay Lussac. Biasa dikenal dengan Hukum Tekanan Gas Konstan. Di dalamnya, menerangkan bahwa hubungan antara suhu dan tekanan gas pada volume konstan. Selain itu, menyatakan bahwa pada volume tetap, tekanan gas akan meningkat sesuai dengan peningkatan suhu gas. 

Perhatikan gambar di bawah ini:

Hukum-Gay-Lussac
Hukum-Gay-Lussac

Baca Juga : Kesetimbangan Kimia: Jenis, Rumus dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Konsep Dasar Kimia Stoikiometri

Menghitung rumus hukum-hukum tersebut, pastikan kalian memahami konsep dasar stoikiometri. Nah, apa saja mereka? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Massa Atom Relatif (Ar)

Konsep Stoikiometri pertama yakni massa atom relatif atau Ar. Menurut IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry)  ia merupakan massa suatu atom yang didapatkan dengan cara membandingkan massa atom standar. Biasanya Ar berfungsi untuk menentukan atom karbon (C). Atom C mempunyai 6 buah proton senilai 12 amu (atomic massa unit).   

Massa Molekul Relatif (Mr)

Selanjutnya,adalah massa molekul relatif atau Mr. Ia merupakan konsep stoikiometri yang menyatakan bahwa jumlah total dari massa atom relatif unsur-unsur penyusunnya. Sederhananya, Mr itu adalah angka yang dihasilkan dengan cara menjumlahkan semua atom relatif (Ar) dalam suatu senyawa. Penggunaan Mr biasa kalian terapkan pada materi osmosis maupun kimia organik. 

Molaritas

Konsep molaritas merupakan konsep untuk menentukan konsentrasi suatu senyawa yang paling umum. Sederhananya ia adalah jumlah mol terlarut dalam satu liter dari suatu pelarut. Dinyatakan dengan lambang “M” dan satuannya adalah mol/L.

Molaritas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti volume, suhu, jenis pelarut sera tekanan zat pelarut. Molaritas berbanding terbalik dengan volume, semakin  besar volume yang dibuat, maka konsentrasi senyawa tersebut (molaritas) akan ikut berkurang.  

Mol

Nah, pasti kalian pada sudah tau apa itu konsep mol. Kalau belum tahu, aku jelaskan lagi ya? konsep mol menyatakan bahwa satu mol suatu zat mengandung 6,02 x 1023 partikel. Banyaknya partikel tersebut terkandung dalam suatu senyawa yang jumlah partikelnya berjumlah 12 gram atom. Selanjutnya, untuk mendapatkan nilai mol, kalian harus membagi massa atom (gram) dengan molekul relatif (Mr)

Baca Juga: Mengenal Elektron Valensi Beserta Penjelasannya

Kesimpulan

Cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif pereaksi dan produk adalah stoikiometri. Namun untuk memahami pengukuran kimia ini, maka perlu untuk memahami konsep massa atom relatif (Ar), molekul relatif (Mr), molaritas, dan konsep mol.

Nah, rupanya kita sudah berada di penghujung artikel hukum-hukum pengukuran dan konsep kimia stoikiometri. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Stoikiometri, Hukum dan Konsep Dasar Perhitungan Kimia

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]