1. Kelas 11 Kimia

Titrasi Asam Basa: Pengertian, Prosedur & Perhitungan

Belajar kimia kurang seru jika hanya belajar teori saja ya, kawan literasi? Tenang saja, di bangku SMA kalian akan melakukan beberapa eksperimen di laboratorium kimia. Eksperimen sederhana yang akan kalian lakukan adalah melakukan titrasi asam basa.

Tahukah kalian, jika kalian titrasi asam basa adalah penerapan stoikiometri larutan,lho. Di dalam pengukuran ini terjadi antara larutan asam dan basa yang bertujuan untuk mengetahui kadar konsentrasi larutan yang ingin dicari berdasarkan reaksi netralisasi. 

Nah, langsung saja simak penjelasan di bawah ini ya!

Pengertian Titrasi Asam Basa

Pengertian Titrasi Asam Basa
Pengertian Titrasi Asam Basa

Baik kawan literasi. Yuk, kita bahas mulai dari pengertiannya titrasi dahulu. Titrasi merupakan prosedur atau tata cara untuk menentukan konsentrasi dari sebuah larutan. Metode titrasi ada beragam, seperti titrasi asam basa (netralisasi), argentometri, redoks, kompleksometri, dan sebagainya. 

Artikel Terkait

  • Keindahan Tata Busana Tari Pendet, Banyak Maknanya!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on Mei 23, 2024 at 12:14 am

    Tari Pendet memang sudah identik dengan Bali dan sudah menjadi salah satu ciri khas. Tapi, pernah tidak kamu penasaran apa nama busana dari para penari Tari Pendet tersebut? Sini, Museum Nusantara akan membahasnya satu per satu dan lengkap melalui artikel ini! Jenis-Jenis Tari Pendet Ada 2 jenis Tari Pendet, yakni: Tari Pendet Penyambutan Biasanya sebagai The post Keindahan Tata Busana Tari Pendet, Banyak Maknanya! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on Mei 10, 2024 at 10:44 am

    Tari Merak, tarian tradisional Indonesia yang asalnya dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal dengan gerakannya yang anggun dan penuh makna, tetapi juga kostumnya yang indah. Mulai berkembang pada sekitar tahun 50-an, oleh seorang koreografer saat itu, Raden Tjetjep Soemantri. Eits, tarian ini sudah mendunia, lho! Bahkan, saat ini Tari Merak sudah masuk daftar UNESCO dengan The post Tari Merak: Makna, Fungsi, Busana, dan Gerakan appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 10, 2024 at 12:32 am

    Kitab Weda adalah kitab suci utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Hindu, yang dipercaya berasal dari sekitar 1500-500 SM. Kata “Weda” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. Pada kitab Weda isinya, mengenai doa, pujian, dan ajaran yang menjadi pedoman utama dalam bertindak. Selengkapnya, mengenai Kitab Weda bisa kamu baca penjelasannya dibawah Artikel Kitab Weda: Pedoman Utama Umat Hindu pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Mei 2, 2024 at 6:00 am

    Tenses masih menjadi penghambat utama saat belajar Bahasa Inggris. Pasalnya kita dituntut untuk menguasai berbagai jenis tenses dan masing-masing memiliki fungsinya berdasarkan waktu kamu melakukan kegiatan. Karena kalau salah, maka dapat mempengaruhi susunan atau lanjutan kalimat berikutnya.  Bahkan bisa terjadinya misscom lantaran hanya kesalahan dalam memakai tenses. Tapi tenang, sebenarnya masih ada beberapa cara mudah Artikel 8 Cara Belajar Tenses dengan Mudah & Bikin Cepat Mengerti! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Jadi, titrasi asam basa adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi suatu zat di dalam larutan. Selanjutnya, perlakuan tersebut menggunakan konsep netralisasi atau penetralan asam-basa. 

Prinsip dari metode analisis ini adalah mencapai titik ekivalen yang dimana kondisi larutan basa dan larutan asam tepat habis bereaksi. Nah, supaya titik ekivalen ini terlihat dengan mata, maka perlu adanya penambahan larutan indikator. Larutan indikator tersebut akan menunjukkan perubahan warna dan di situlah kondisi dimana kita harus menghentikan kegiatan titrasi. Hal itu disebut dengan titik akhir titrasi (TAT)

Usahakan titik ekivalen dan titik akhir titrasi berjarak atau berselisih seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang akurat. 

Baca Juga : Mengenal Asam Basa: Pengertian, Teori, Ciri-Ciri & Contohnya

Alat dan Bahan pada Titrasi Asam Basa

Selanjutnya, kita akan mengenal apa saja alat dan bahan untuk melakukan titrasi asam basa. Sama seperti praktikum kimia lainnya, dalam pelaksanaannya terdapat alat dan bahan yang harus praktikan siapkan terlebih dahulu.

Larutan Standar / Larutan Baku

Seperti penjelasan di atas, titrasi asam basa tidak lepas dengan larutan standar. Larutan standar terbagi menjadi dua, yaitu larutan standar sekunder dalam buret (titran) dan larutan standar primer dalam erlenmeyer (titrat). Lantas, apa perbedaan keduanya? larutan sekunder adalah larutan yang belum diketahui konsentrasinya.

Sementara itu, larutan primer merupakan larutan baku yang sudah diketahui konsentrasi secara pasti. Oleh sebab itu, penggunaan larutan baku primer sangat dibutuhkan untuk mengetahui konsentrasi baku sekunder guna untuk pengukuran konsentrasi sampel yang hendak diuji.

Buret

Untuk menjalankan titrasi tentu kalian membutuhkan tempat untuk larutan standar. Buret adalah salah satu alat yang tidak boleh kalian lupakan ya guys? Alat ini kita pasangkan tegak lurus dengan bantuan penyangga atau statif dan alat penjepit bernama klem supaya tetap stabil. Kemudian, buret akan kita isi dengan larutan standar sekunder dengan konsentrasi dan volume tertentu untuk menstandarkan larutan primer. 

Indikator Kimia

Selanjutnya adalah indikator kimia. Titrasi asam basa membutuhkan indikator kimia baik pada metode alkalimetri maupun asidimetri. Masing-masing mempunyai ketentuan indikator pH untuk menunjukkan titik ekivalen. Selanjutnya, indikator kimia yang bisa kalian gunakan antara lain seperti penolftalein (PP) 1%, Bromthymol Blue dan Metil Red.

Labu Erlenmeyer

Kemudian, alat selanjutnya adalah alat untuk meletakkan larutan standar primer atau titrat. Di sinilah titrat yang ingin kita cari konsentrasinya akan ditampung dengan ketentuan volume tertentu. 

Perubahan pH 

Fenomena ilmiah yang akan kalian temukan saat melakukan titrasi yakni terjadi perubahan pH. Apabila larutan basa (pH>7) bereaksi dengan larutan asam maka pH (power of Hydrogen) larutan tersebut akan turun, dan sebaliknya.

Sementara itu, adapun pengelomokkan perubahan pH berdasarkan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi. Sehingga dapat kita peroleh sebuah grafik yang bernama kurva titrasi. Menurut akupintar.id, kurva titrasi terbagi beberapa jenis, antara lain titrasi asam kuat oleh basa kuat (alkalimetri), dan titrasi basa kuat oleh asam kuat (asidimetri)

Baca Juga: Mengenal Asam Basa: Pengertian, Teori, Ciri-Ciri & Contohnya

Prosedur Pelaksanaan Titrasi Asam Basa

Pelaksanaan Titrasi Asam Basa
Pelaksanaan Titrasi Asam Basa

Selanjutnya adalah prosedur pelaksanaan titrasi asam basa.Oke, kita ambil contoh yakni metode alkalimetri yang titratnya adalah larutan asam dan titrannya berupa larutan basa. 

  1. Pertama-tama siapkan  alat dan bahan, seperti buret, statif, kelm, erlenmeyer, indikator, larutan basa, serta larutan asam yang akan diketahui molaritas atau konsentrasinya. 
  2. Pasang buret tegak lurus bersama statif dan eratkan dengan klem.
  3. Lalu, pastikan buret dalam keadaan tertutup. Masukkan aquades untuk mencuci buret bagian dalam sebelum mulai percobaan.
  4. Setelah itu, ulangi sebanyak 3 kali pencucian.
  5. Kemudian, masukkan larutan titrat sedikit saja dari lubang atas buret sampai larutan tersebut sejajar dengan kran buret, lalu keluarkan sampai benar-benar tak tersisa.
  6. Selanjutnya, masukkan larutan titrat ke dalam buret secara perlahan-lahan secara perlahan sesuai dengan volume yang diinginkan.
  7. Di sisi lain, siapkan larutan baku primer (titrat) dengan volume tertentu dan masukkan ke dalam erlenmeter untuk penentuan konsentrasinya.
  8. Jangan lupa berikan indikator Penolftalein 2% sebanyak 1-2 tetes
  9. Lakukan titrasi dengan cara membukakan kran buret sedikit saja supaya titran keluar dikit demi sedikit dan sembari goyangkan erlenmeyer sampai terjadi perubahan warna
  10. Ketika terjadi perubahan warna, maka segeralah untuk menghentikan reaksi
  11. Baca volume buret tersebut.

Cara Menghitung Konsentrasi Larutan

Selah itu, lakukan perhitungan konentrasi menggunakan rumus sebagai berikut ini.

Bervalensi satu

Masam  . Vasam = Mbasa . Vbasa 

Keterangan:

M(asam) = molaritas larutan asam

V(asam) = volume larutan asam

M(basa) = molaritas larutan basa

V(basa) = volume larutan basa

Bervalensi lebih dari satu

M(asam)  . V(asam) . valensi asam = M(basa) . V(basa) . valensi basa

Contoh Soal

Analisis larutan sampel HCl 50 ml (valensi satu) dengan larutan standar 0,2 M NaOH 100 ml. Lalu, hitung berapakah konsentrasi HCl yang dihasilkan?

M(asam)  . V(asam) = M(basa) . V) 

x . 0,05 L = 0,2 M . 0,1 L

x = 0,2 M . 0,1 L0,05 L

x = 0,04 M

Jadi, konsentrasi HCl adalah sebesar 0,04 M.

Baca Juga: Larutan Penyangga: Pengertian, Rumus, & Contoh Soalnya

Kesimpulan

Titrasi asam basa merupakan metode kuantitatif untuk menentukan konsentrasi atau molaritas suatu larutan kimia. Sebelum melakukan percobaan ini pastikan alat dan bahas sudah disiakan dengan  baik. Prosedur pelaksanaannya harus dilakukan secara runtut untuk medapatkan hasil akurat. Sementara itu, kalian juga perlu memahami prinsip metode analisis ini supaya hasil yang kalian dapat adalah benar. Sampai jumpa dan semoga bermanfaat ya kawan literasi!

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Titrasi Asam Basa: Pengertian, Prosedur & Perhitungan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]

    Trending

    Antropologi ragawi menggunakan sudut pandang ilmunya dari aspek fisik dan biokultural manusia. Aspek-aspek tersebut juga meliputi biologi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Dalam antropologi ragawi, pertama, manusia adalah organisme biologis, kemudian terlahir sebagai makhluk sosial. Yuk, kita pelajari lebih lengkap dalam ulasan berikut ini. Apa Itu Antropologi Ragawi? Antropologi ragawi fokus untuk mempelajari manusia serta primata […]
    Di sekolah, teman-teman tentu wajib mengenal sekaligus menguasai berbagai aplikasi penunjang dalam proses pembelajaran, seperti di antaranya Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Berbagai program tersebut yang dinamakan aplikasi office atau aplikasi perkantoran. Sekarang, coba kita pelajari lebih lanjut, ya. Apa Itu Aplikasi Perkantoran? Aplikasi office atau aplikasi perkantoran adalah berbagai aplikasi yang fungsinya memudahkan pekerjaan […]
    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]