1. Uncategorized

Titrasi Asam Basa: Pengertian, Prosedur & Perhitungan

Belajar kimia kurang seru jika hanya belajar teori saja ya, kawan literasi? Tenang saja, di bangku SMA kalian akan melakukan beberapa eksperimen di laboratorium kimia. Eksperimen sederhana yang akan kalian lakukan adalah melakukan titrasi asam basa.

Tahukah kalian, jika kalian titrasi asam basa adalah penerapan stoikiometri larutan,lho. Di dalam pengukuran ini terjadi antara larutan asam dan basa yang bertujuan untuk mengetahui kadar konsentrasi larutan yang ingin dicari berdasarkan reaksi netralisasi. 

Nah, langsung saja simak penjelasan di bawah ini ya!

Pengertian Titrasi Asam Basa

Pengertian Titrasi Asam Basa
Pengertian Titrasi Asam Basa

Baik kawan literasi. Yuk, kita bahas mulai dari pengertiannya titrasi dahulu. Titrasi merupakan prosedur atau tata cara untuk menentukan konsentrasi dari sebuah larutan. Metode titrasi ada beragam, seperti titrasi asam basa (netralisasi), argentometri, redoks, kompleksometri, dan sebagainya. 

Artikel Terkait

  • Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 18, 2024 at 1:51 am

    Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling penting dalam kehidupan kita. Salah satu konsep yang sangat penting dalam matematika adalah aljabar. Umumnya, materi aljabar ini kita mulai mempelajarinya sejak kelas 7 SMP.  Aljabar matematika melibatkan penggunaan simbol dan variabel untuk memecahkan masalah dan menjelaskan hubungan antara angka. Namun pada artikel ini lebih fokus untuk Artikel Aljabar Matematika: Dasar-dasar dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 16, 2024 at 2:43 am

    Dalam dunia matematika, terdapat banyak konsep yang penting dan perlu kita pahami. Salah satunya adalah vektor. Materi vektor ini diajarkan untuk jenjang SMA untuk jurusan IPA yang termasuk daftar mata pelajaran Matematika Peminatan IPA mulai dari kelas 10.  Vektor merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, matematika, dan Artikel Tentang Vektor: Definisi, Macam, dan Penerapannya pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 1:18 am

    Sobat Literasi, tahukah kamu kalau materi tentang pola bilangan merupakan salah satu materi yang cukup populer. Bahkan, pola bilangan juga kerap muncul saat ujian nasional. Pola bilangan ini sebenarnya sudah kita pelajari mulai saat kita kelas 1 SD. Pada awalnya, pelajaran ini berupa pengenalan susunan angka. Dalam matematika, pola bilangan kita gunakan untuk mempelajari hubungan Artikel Pola Bilangan: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Matematika pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on Januari 12, 2024 at 12:55 am

    Bagi kamu yang berada di jurusan IPA saat SMA, pasti kamu pernah mempelajari larutan. Larutan sendiri termasuk materi dari mata pelajaran kimia. Mungkin yang kamu ingat  mengenai larutan yaitu suatu cairan yang terdiri dari 2 zat yang bercampur sehingga menghasilkan suatu larutan. Melalui artikel ini, Sobat Literasi akan mengetahui lebih lanjut tentang larutan, termasuk definisi, Artikel Larutan: Definisi, Jenis, Sifat, dan Fungsi Sehari-hari pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Jadi, titrasi asam basa adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi suatu zat di dalam larutan. Selanjutnya, perlakuan tersebut menggunakan konsep netralisasi atau penetralan asam-basa. 

Prinsip dari metode analisis ini adalah mencapai titik ekivalen yang dimana kondisi larutan basa dan larutan asam tepat habis bereaksi. Nah, supaya titik ekivalen ini terlihat dengan mata, maka perlu adanya penambahan larutan indikator. Larutan indikator tersebut akan menunjukkan perubahan warna dan di situlah kondisi dimana kita harus menghentikan kegiatan titrasi. Hal itu disebut dengan titik akhir titrasi (TAT)

Usahakan titik ekivalen dan titik akhir titrasi berjarak atau berselisih seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang akurat. 

Baca Juga : Mengenal Asam Basa: Pengertian, Teori, Ciri-Ciri & Contohnya

Alat dan Bahan pada Titrasi Asam Basa

Selanjutnya, kita akan mengenal apa saja alat dan bahan untuk melakukan titrasi asam basa. Sama seperti praktikum kimia lainnya, dalam pelaksanaannya terdapat alat dan bahan yang harus praktikan siapkan terlebih dahulu.

Larutan Standar / Larutan Baku

Seperti penjelasan di atas, titrasi asam basa tidak lepas dengan larutan standar. Larutan standar terbagi menjadi dua, yaitu larutan standar sekunder dalam buret (titran) dan larutan standar primer dalam erlenmeyer (titrat). Lantas, apa perbedaan keduanya? larutan sekunder adalah larutan yang belum diketahui konsentrasinya.

Sementara itu, larutan primer merupakan larutan baku yang sudah diketahui konsentrasi secara pasti. Oleh sebab itu, penggunaan larutan baku primer sangat dibutuhkan untuk mengetahui konsentrasi baku sekunder guna untuk pengukuran konsentrasi sampel yang hendak diuji.

Buret

Untuk menjalankan titrasi tentu kalian membutuhkan tempat untuk larutan standar. Buret adalah salah satu alat yang tidak boleh kalian lupakan ya guys? Alat ini kita pasangkan tegak lurus dengan bantuan penyangga atau statif dan alat penjepit bernama klem supaya tetap stabil. Kemudian, buret akan kita isi dengan larutan standar sekunder dengan konsentrasi dan volume tertentu untuk menstandarkan larutan primer. 

Indikator Kimia

Selanjutnya adalah indikator kimia. Titrasi asam basa membutuhkan indikator kimia baik pada metode alkalimetri maupun asidimetri. Masing-masing mempunyai ketentuan indikator pH untuk menunjukkan titik ekivalen. Selanjutnya, indikator kimia yang bisa kalian gunakan antara lain seperti penolftalein (PP) 1%, Bromthymol Blue dan Metil Red.

Labu Erlenmeyer

Kemudian, alat selanjutnya adalah alat untuk meletakkan larutan standar primer atau titrat. Di sinilah titrat yang ingin kita cari konsentrasinya akan ditampung dengan ketentuan volume tertentu. 

Perubahan pH 

Fenomena ilmiah yang akan kalian temukan saat melakukan titrasi yakni terjadi perubahan pH. Apabila larutan basa (pH>7) bereaksi dengan larutan asam maka pH (power of Hydrogen) larutan tersebut akan turun, dan sebaliknya.

Sementara itu, adapun pengelomokkan perubahan pH berdasarkan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi. Sehingga dapat kita peroleh sebuah grafik yang bernama kurva titrasi. Menurut akupintar.id, kurva titrasi terbagi beberapa jenis, antara lain titrasi asam kuat oleh basa kuat (alkalimetri), dan titrasi basa kuat oleh asam kuat (asidimetri)

Baca Juga: Mengenal Asam Basa: Pengertian, Teori, Ciri-Ciri & Contohnya

Prosedur Pelaksanaan Titrasi Asam Basa

Pelaksanaan Titrasi Asam Basa
Pelaksanaan Titrasi Asam Basa

Selanjutnya adalah prosedur pelaksanaan titrasi asam basa.Oke, kita ambil contoh yakni metode alkalimetri yang titratnya adalah larutan asam dan titrannya berupa larutan basa. 

  1. Pertama-tama siapkan  alat dan bahan, seperti buret, statif, kelm, erlenmeyer, indikator, larutan basa, serta larutan asam yang akan diketahui molaritas atau konsentrasinya. 
  2. Pasang buret tegak lurus bersama statif dan eratkan dengan klem.
  3. Lalu, pastikan buret dalam keadaan tertutup. Masukkan aquades untuk mencuci buret bagian dalam sebelum mulai percobaan.
  4. Setelah itu, ulangi sebanyak 3 kali pencucian.
  5. Kemudian, masukkan larutan titrat sedikit saja dari lubang atas buret sampai larutan tersebut sejajar dengan kran buret, lalu keluarkan sampai benar-benar tak tersisa.
  6. Selanjutnya, masukkan larutan titrat ke dalam buret secara perlahan-lahan secara perlahan sesuai dengan volume yang diinginkan.
  7. Di sisi lain, siapkan larutan baku primer (titrat) dengan volume tertentu dan masukkan ke dalam erlenmeter untuk penentuan konsentrasinya.
  8. Jangan lupa berikan indikator Penolftalein 2% sebanyak 1-2 tetes
  9. Lakukan titrasi dengan cara membukakan kran buret sedikit saja supaya titran keluar dikit demi sedikit dan sembari goyangkan erlenmeyer sampai terjadi perubahan warna
  10. Ketika terjadi perubahan warna, maka segeralah untuk menghentikan reaksi
  11. Baca volume buret tersebut.

Cara Menghitung Konsentrasi Larutan

Selah itu, lakukan perhitungan konentrasi menggunakan rumus sebagai berikut ini.

Bervalensi satu

Masam  . Vasam = Mbasa . Vbasa 

Keterangan:

M(asam) = molaritas larutan asam

V(asam) = volume larutan asam

M(basa) = molaritas larutan basa

V(basa) = volume larutan basa

Bervalensi lebih dari satu

M(asam)  . V(asam) . valensi asam = M(basa) . V(basa) . valensi basa

Contoh Soal

Analisis larutan sampel HCl 50 ml (valensi satu) dengan larutan standar 0,2 M NaOH 100 ml. Lalu, hitung berapakah konsentrasi HCl yang dihasilkan?

M(asam)  . V(asam) = M(basa) . V) 

x . 0,05 L = 0,2 M . 0,1 L

x = 0,2 M . 0,1 L0,05 L

x = 0,04 M

Jadi, konsentrasi HCl adalah sebesar 0,04 M.

Baca Juga: Larutan Penyangga: Pengertian, Rumus, & Contoh Soalnya

Kesimpulan

Titrasi asam basa merupakan metode kuantitatif untuk menentukan konsentrasi atau molaritas suatu larutan kimia. Sebelum melakukan percobaan ini pastikan alat dan bahas sudah disiakan dengan  baik. Prosedur pelaksanaannya harus dilakukan secara runtut untuk medapatkan hasil akurat. Sementara itu, kalian juga perlu memahami prinsip metode analisis ini supaya hasil yang kalian dapat adalah benar. Sampai jumpa dan semoga bermanfaat ya kawan literasi!

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Titrasi Asam Basa: Pengertian, Prosedur & Perhitungan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Halo, kawan literasi. Pernahkah kalian mendengarkan istilah debit dan kredit? Istilah ini sering kalian dengar saat melakukan pembayaran di bank atau mengurus keperluan administrasi sekolah. Sebenarnya kata tersebut memiliki arti yang luas dalam bidang akuntansi dan perbankan, tidak bisa kita artikan dalam satu bidang saja. Hmm, menarik nih!  Oh iya, terus apa kalian pernah mendengar […]
    Halo, kawan literasi. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian sehat-sehat saja ya. Pembahasan kali ini tak kalah menarik dari sebelumnya, lho. Yap, hari ini kita akan membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Wah, apa ya? Coba tebak! Benar, kita akan membahas tentang rangkaian listrik.  Sebelumnya kita memulai, apakah kalian menyadari bahwa listrik mempunyai peranan penting […]

    Trending

    Halo kawan literasi, bagaimana kabar kalian? aku harap baik-baik saja, ya. Pada pembahasan artikel fisika ini masih berhubungan dengan kelistrikan yaitu hukum ohm. Nah, pasti kalian sedikit banyak mengenal hukum fisika tersebut. Ternyata dalam rangkaian listrik, harus mempunyai hambatan dengan besar tertentu, lho. Mau tau kenapa?  Daripada penasaran, ayo kita belajar hukum fisika ini mulai […]
    Kegiatan transaksi sangat berkaitan dengan alat pembayaran. Semakin bertambahnya zaman, teknologi dan informasi di bidang ekonomi dan perbankan semakin berkembang. Analogi sederhananya adalah keadaan dahulu semaju sekarang, alat pembayaran hanya menggunakan uang logam dan uang kertas.  Ternyata, manusia menemukan beberapa keterbatasan dalam melakukan pembayaran. Jadi, muncullah beberapa metode atau alat pembayaran yang efektif dan efisien […]
    Salah satu alat optik yang paling dipakai oleh orang-orang yang di sekitar adalah kacamata. Seperti yang kita tahu, kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk melihat objek dengan jelas. Nah, kawan literasi apakah kalian menyadari bahwa kacamata memiliki sistem khusus untuk memudahkan mata melihat benda dari jarak dekat maupun jauh?  Atau sesederhana kamera yang sering kita […]