1. Kelas 10 Biologi
  2. Uncategorized

Mengenal Tumbuhan Paku: Karakteristik dan Klasifikasinya

Tumbuhan paku merupakan salah satu organisme dari kingdom plantae dalam ilmu taksonomi yang perlu kita ketahui. Jika kalian mempelajari lebih dalam, kalian sedikit banyak akan mengetahui beberapa jenis tumbuhan paku yang bisa saja kalian jumpai di kehidupan sehari-hari. Tentu saja, bukan hal yang mustahil sebab Indonesia terkenal sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman hayati yang beragam.

Berikut, kami ulas secara lengkap mengenai ciri, habitat, klasifikasi, jenis tumbuhan, hingga manfaat baik secara ekologis maupun kesehatan yang terkandung dalam tumbuhan paku. Simak ya!

Definisi Tumbuhan Paku

Dalam ilmu taksonomi, tumbuhan ini memiliki nama latin Pteridophyta yang di mana terdapat pembuluh kayu (xylem) dan pembuluh tapis (floem), serta dikenal sebagai tumbuhan tingkat tinggi. Secara etimologi, Pteridophyta berasal dari kata “pteron” berarti sayap bulu, dan “phiton” artinya tak lain lagi adalah tumbuhan. Kelompok organisme ini memiliki struktur yang sama seperti jenis tumbuhan lainnya. Hanya saja terdapat sporangium (tempat penghasil spora).

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Artikel Terkait

  • Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on April 16, 2024 at 1:24 am

    Apapun yang terkait dengan fashion, terlebih kalau menyangkut kekeluargaan kerajaan pasti menarik untuk diketahui. Termasuk, pakaian kerajaan pada masa lalu yang tentu mengandung nilai bersejarah penting.  Kali ini kami akan mengajak kalian membahas pakaian putri Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan berjaya di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16. Penasaran dengan pakaian putri khas The post Pakaian Putri Kerajaan Majapahit, Mewah! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko!
    by Amanda R Putri (Museum Nusantara – Info Wisata Sejarah Indonesia) on April 6, 2024 at 1:59 pm

    Nekara dan moko ialah contoh artefak perunggu yang terkenal dari zaman prasejarah di Indonesia, tepatnya pada zaman logam. Memang kalau sekilas kita lihat memiliki beberapa kesamaan. Bahkan pada beberapa sumber sering kali menyebutkan kalau moko merupakan nama lain dari nekara. Ternyata, keduanya tidak sama dan terdapat perbedaan. Artikel ini bakal mengulas perbedaan yang signifikan pada The post Kerap Tertukar, Inilah Perbedaan Nekara dan Moko! appeared first on Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia.

  • Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 6, 2024 at 8:53 am

    Rumah merupakan tempat pertama untuk memulai suatu pembelajaran. Termasuk dalam hal gotong royong  Harapannya begitu terjun pada lingkungan masyarakat, kamu paling tidak sudah mengerti arti singkat mengenai hal tersebut. Memang kalau penerapannya contoh gotong royong di rumah seperti apa saja? Selengkapnya bisa kamu baca pada artikel yang dibuat khusus untuk Sobat Literasi. Check it out! Artikel Contoh Gotong Royong di Rumah, Mari Terapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan!
    by Amanda Rayta (Studio Literasi) on April 4, 2024 at 10:28 pm

    Sayang banyaknya nilai-nilai modern, membuat sejumlah nilai tradisional mulai tergeserkan. Salah satunya, gotong royong. Sekarang ini sudah mulai jarang kegiatan yang menggunakan unsur tersebut. Maka tidak heran, mungkin generasi ini tidak memahami dan ketahui Salah satu tempat mereka bisa belajar hal itu dengan diajarkan di sekolah. Melalui beberapa aktivitas yang sifatnya dikerjakan bersama-sama. Untuk contoh Artikel Contoh Gotong Royong di Sekolah, Mudah Diterapkan! pertama kali tampil pada Studio Literasi.

Tumbuhan Paku © pixabay 

 

Klasifikasi makhluk hidup tidak hanya mempelajari kingdom dan divisi saja, berikut adalah subdivisi dari Pteridophyta, antara lain:

Subdivisi lycopsida

Menghasilkan dua bentuk spora, yaitu makrospora dan mikrospora. Ciri-ciri yang menonjol adalah memiliki akar, batang yang menjalar serta daun sejati. Lalu, beberapa jenis dari mereka, memiliki kecenderungan untuk menempel pada tanaman inang sebagai media untuk tetap hidup. Morfologi lain yang dimiliki oleh Lycopsida antara lain memiliki daun yang relatif kecil. 

Subdivisi sphenopsida

Tumbuhan paku dengan subdivisi sphenopsida, biasanya banyak dijumpai di daerah tropis. Morfologi tumbuhan ini antara lain batang tegak, heterospora, mengandung unsur silika yang tersimpan pada batang, serta tumbuh subur pada daerah lembab contohnya adalah kawasan rawa. 

Subdivisi pteropsida

Tumbuhan paku yang termasuk ke dalam kategori ini mempunyai ciri-ciri antara lain bentuk batang yang tegak, tumbuh tegak di atas tanah serta bersifat homospora. Spora yang berfungsi sebagai tempat regenerasi berkumpul di bawah daun. Selain itu, memerlukan bantuan angin untuk membantu melakukan penyebaran spora. 

Subdivisi psilopsida 

Tumbuhan paku ini memiliki karakteristik berupa ranting dengan banyak ruas serta bercabang-cabang. Terdapat bulu-bulu halus yang menyelimuti serta akar semu sebagai perekat dengan tumbuhan lain. Mereka hanya hidup pada daerah lembab dan tersebar di negara yang beriklim tropis. 

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Selnjutnya, kita akan membahas tentang karakteristik tumbuhan paku. Melansir jurnal biosilampari, tumbuhan paku memiliki tiga komponen antara lain akar, batang dan daun. Mengingat Indonesia beriklim tropis, biasanya organisme ini tumbuh di tempat-tempat lembab (hidrofid). Beberapa di antaranya berkembang biak di kawasan pantai (paku laut), lereng pegunungan, serta tepi kawah. 

Tak hanya itu, tumbuhan paku dapat tumbuh pada perairan, bersifat epifit atau menempel pada tumbuhan lain. Kalian bisa temui pada sampah organik sebagai saprofit. Ciri-ciri kedua yakni tidak menghasilkan biji, melainkan spora (sporofit). Fungsi spora antara lain salah satu bentuk pertahanan makhluk hidup, alat perkembangbiakkan pada proses regenerasi, dan juga sebagai proses penggantian sel-sel rusak dalam pembentukkan sel-sel yang baru. 

Pteridophyta atau tumbuhan paku yang berumur muda ditandai dengan ciri daun yang menggulung, berfungsi sebagai fotosintesis. Di sisi lain, organisme tidak punya kemampuan untuk menghasilkan bunga serta sama halnya dengan tumbuhan rhizoma yakni terdapat batang yang melintang di bawah tanah. 

Jenis-Jenis Tumbuhan Paku


Bambu Air © sehatQ 

Setelah mengetahui ciri-ciri tumbuhan paku beserta habitatnya, kalian perlu tahu apa saja jenis-jenis tumbuhan paku. Simak terus ya!

  1. Paku Sejati

Memiliki nama lain Pteropsida, paku sejati beranggotakan akar, batang, dan daun sejati. Pada umumnya, kalian dapat menemukan jenis ini pada habitat yang lembab seperti kawasan hutan hujan tropis. Jika tempat tinggal kalian dekat dengan perkebunan kelapa sawit, coba perhatikan tumbuhan yang tumbuh di antara sela-sela pohon sawit, sedikit banyak kalian akan menemukan tumbuhan pakis. 

Nah, organisme tersebut memiliki beberapa ciri yang menonjol yakni ukuran daun yang bervariatif, lebaran dan tulang daun bercabang serta lebih besar daripada jenis paku-pakuan lainnya. Selain itu, disusul oleh tumbuhan paku air yaitu semanggi (Marsilea crenata) dan suplir (Adiantum cuneatum) yang juga tersebar di negara tropis termasuk Indonesia.

Untuk saat ini, riset mengungkapkan jumlah yang tercatat sekitar 12.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Wah, banyak sekali ya!

Paku Purba

Sekilas, namanya terlihat unik. Yap, pakuan-pakuan ini bernama paku purba karena sudah ada sejak zaman purba. Dengan nama latin Psilopsida, paku-pakuan tersebut hanya bisa memproduksi satu macam spora atau biasa dikenal dengan sebutan homospora.  Paku purba adalah tumbuhan paku yang tidak memiliki daun, tingginya sekitar 30 cm sampai 1 m.

Jadi, bentuk fisiknya menyerupai cabang-cabang kecil yang ramping. Tak hanya itu, mereka juga tidak mempunyai akar dan daun sejati. Jika diperhatikan secara seksama, pada bagian paku purba ada semacam bagian yang keluar dari batang dan membentuk daun. Daun ini tidak berpembuluh dan terletak di bawah organ synangia. Pada saat synangia telah matang dan berwarna putih atau kuning, mereka akan melepaskan spora. 

Nah, setelah mengetahui ulasan paku purba, kalian setidaknya mengetahui persebarannya. Melansir galeripustaka.com, pakuan purba hanya memiliki sedikitnya dua genus yang tersebar antara lain genus Psilotum dan Tmesipteris

Jenis psilotum banyak ditemukan di daerah Amerika Utara, Karibia, dan sepanjang pantai Carolina Utara. Paku-pakuan ini juga tersebar di bumi bagian selatan dan timur  tepatnya benua Asia. Sedangkan, untuk jenis Tmesipteris tumbuh di Kaledonia Baru, Pasifik Selatan, dan Kaledonia Baru. 

Paku Ekor Kuda

Paku Ekor Kuda © wikipedia 

Tumbuhan ini menjamur di daerah subtropis dan tempat yang lembab. Masuk ke dalam genus Equisetum, terdiri dari kata “Equus” yang berarti kuda, dan “setum” artinya rambut tebal. Secara fisik, mereka berbatang hijau, beruas-ruas dan terdapat lubang di bagian tengahnya. Beberapa ada yang bercabang dan mengandung unsur silika. Memiliki dimensi yang berbeda-beda sekitar 0.2-1.5 meter. 

Bentuk fisiknya menyerupai ekor kuda dan hanya menghasilkan satu jenis spora (homospora) lebih tepatnya terletak pada ujung batang (apikal) dengan bentuk strobilus, gametofit biseksual, dan berklorofil. Beberapa spesies paku ekor kuda seperti Equisetum arvense, batang penyangga tidak bercabang dan tidak berfotosintetis. Sama halnya dengan Equisetum palustre dan E.debile. Di dunia, spesies ini termasuk langka dan hanya sekitar 15 spesies. 

Paku Kawat

Memiliki nama latin Lycopodiopsida, jenis tumbuhan paku selanjutnya adalah paku kawat. Mengapa disebut paku kawat? karena bentuk batangnya menyatu dan kaku seperti kawat. Paku-pakuan ini menghasilkan dua macam spora (heterospora), daun-daun sempit, serta tidak berklorofil. Selain itu cara melakukan reproduksi ada dua macam yaitu biseksual dan uniseksual. 

Paku-pakuan ini hanya tumbuh pada belahan bumi tertentu. Pada beberapa jenis, daun-daunnya juga menyerupai lidah (ligula). Sporangium berkembang dalam strobilus dan terbentuk di ujung cabang. Sayangnya, jumlah spesies ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan tidak sampai menyentuh angka 1000 spesies. Contoh familiar adalah Lycopodium dan Selaginella.

Paku Pedang


Tanaman Paku Pedang © picturethis

Paku pedang dengan nama latin Nephrolepis adalah salah satu tumbuhan paku yang berguna untuk menjaga ekosistem. Bentuknya memanjang dan seperti pedang. Pasalnya, ia berperan sebagai penyerap polutan udara yang tumbuh subur di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Paku-pakuan ini mempunyai kemampuan untuk menyerap karbon monoksida, sisa pembakaran tidak sempurna seperti asap kendaraan, rokok, maupun limbah udara dari industri. 

Paku Tanduk Rusa

Karakteristik yang paling bisa ditandai antara lain bentuk daun berwarna hijau, dengan dimensi cukup lebar serta akar (rhizoma) yang menempel kuat pada inang. Tumbuhan ini bersifat epifit atau membutuhkan inang sebagai tempat hidupnya. Namun, bukan berarti tanaman ini menjadi parasit bagi tumbuhan induknya, hanya saja beberapa fungsi fisiologisnya akan terganggu karena kurangnya asupan cahaya yang masuk.

Bambu Air

Bambu air bukanlah dari jenis tanaman kelompok bambu, melainkan paku-pakuan. Secara morfologi, bentuk yang menyerupai bambu, dengan batang yang beruas-ruas , tinggi hingga sampai 3 m, diameter sekitar 2 mm, serta mempunyai rongga di dalam batangnya. Beberapa dari mereka memiliki tingkat warna yang lebih cerah daripada bambu pada umumnya. 

Lantas, Apa Saja Manfaat Tumbuhan Paku?

Tumbuhan Paku Menyerap Polusi Udara  © pixabay 

 

Setiap makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang tercipta secara tidak langsung membawa kebermanfaatan untuk manusia. Tumbuhan paku turut berperan dalam menyeimbangkan ekosistem lingkungan hutan maupun perairan. Contohnya adalah paku pedang yang berperan penting dalam menetralkan udara yang semula mengandung zat-zat karsinogen seperti monoksida dan karbon dioksida berubah menjadi oksigen (CO2).

Di sisi lain, bambu air dan paku tanduk rusa nyatanya lebih dipergunakan sebagai bahan penghias rumah atau taman untuk meningkatkan visibilitas dan estetika hunian pada umumnya. 

 

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai tumbuhan paku. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Tumbuhan Paku: Karakteristik dan Klasifikasinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Awal mula munculnya bank sentral adalah pembangunan sebuah firma pada tahun 1690, saat itu kerajaan Inggris ingin membangun infrastruktur yang kuat untuk armada laut. Nah, tapi nyatanya tidak semudah itu lho guys. Pemerintahan Inggris tidak mempunyai pendanaan yang memadai untuk membangunnya. Selanjutnya, muncullah gagasan William Paterson yang kemudian direalisasikan oleh Charles Montagu yaitu membentuk sebuah […]
    Halo, kawan literasi! Kalian setiap bepergian setidaknya menggunakan fasilitas umum seperti jalan raya, bukan? Nah, fasilitas umum yang kalian lewati setiap hari itu adalah salah satu hasil infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah. Tentunya untuk  membuatnya memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Nah, ngomong-ngomong tentang anggaran, pasti tidak jauh dengan APBN APBD.  Hmm, kira-kira anggaran negara tersebut […]

    Trending

    Pernahkan kalian memperhatikan sebuah ulasan yang terkandung di dalam buku, musik, atau novel? Mengapa diharuskan ada sebuah ulasan? Ulasan tersebut sangat berguna untuk kemajuan sebuah karangan literasi atau sebuah karya. Tanpa adanya ulasan yang mendukung, maka kualitas kepenulisan buku, musik, atau novel tidak ada kemajuan. Berikut kami sampaikan pengertian teks ulasan, struktur, beserta contoh teks […]
    Salah satu perangkat elektronik yang dibutuhkan oleh para pelajar maupun pekerja adalah komputer. Komputer hadir mempermudah kehidupan manusia. Bahkan jenis-jenis komputer ini menjadi kebutuhan esensial bagi mereka yang berhubungan dengan sistem komputasi. Berdasarkan buku Arsitektur Komputer (2017), perkembangan komputer dari zaman ke zaman telah mengalami perubahan signifikan. Dengan adanya perangkat ini, dapat mengubah kemampuan manusia […]
    Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara adalah dengan mendirikan badan usaha. Suatu negara dapat dikatakan maju apabila tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi. Hal ini tentunya tidak kalah jauh dengan taraf ekonomi dan sosial yang baik. Pendekatan yang nyata untuk mewujudkannya adalah dengan melihat bagaimana perkembangan bahan usaha tersebut.  Kawan literasi, asal kalian tahu […]
    Berbicara mengenai fenomena alam. Salah satu fenomena yang indah untuk kita lihat adalah pelangi. Wah, sekarang kan lagi musim penghujan tuh, pasti kalian sering banget melihat pelangi setelah hujan reda? Mungkin dari kalian bertanya-tanya, bagaimana proses terjadinya pelangi? Apa yang membuat warnanya beragam dan terlihat indah di angkasa?  Nah, kalian nggak salah untuk membuka situs […]